Foto : Kozer
Foto : Kozer

DINAS Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kota Bogor membidik PT Delta Bangun Kharisma, sub kontraktor yang mengutus preman-preman untuk menggebuki tiga kuli bangunan yang hendak meminta upah.

RIZKY DEWANTARA
[email protected]

Kadinsosnakertrans Kota Bogor, Annas S Rasmana, men­gatakan, pihaknya mengetahui kasus yang menimpa PT Delta Ban­gun Kharisma terkait buruh yang tidak menerima gaji dan sekarang sudah masuk ke ran­ah hukum, karena adanya aksi penganiayaan kepada buruh yang meminta gaji. “Kalau su­dah ke ranah hukum biarkan polisi yang melakukan penye­lidikan. Tapi secara kelemba­gaan, kami akan sidak atau panggil manajemen. Kami juga ingin tahu duduk perkara. Jika memang mereka melanggar UU Ketenagakerajaan, kami minta proyek disetop,” ung­kapnya, saat ditemui di DPRD Kota Bogor, senin (26/10/2015)

Baca Juga :  Hari Ini Hingga 4 Juli, Tirta Pakuan Kota Bogor Melakukan Perbaikan Filter IPA Dekeng

Sementara itu, polisi mu­lai kebingungan mengungkap fakta hukum dalam perkara ini. Bahkan, polisi terkesan setengah hati mendalami lapo­ran tiga si miskin itu.

Pemeriksaan yang digelar terhadap mandor dari PT Delta Bangun Kharisma pun diklaim aman. Tak jelas, aman dalam artian apa.

Kanit Reskrim Polsek Bo­gor Tengah, AKP Edy Santo­so, menuturkan, mandor PT Delta Bangun Kharisma sudah diperiksa. Namun pihaknya masih kesulitan menemui titik terang, lantaran tiga korban penganiayaan tidak tahu iden­titas pelaku. Untuk pertanyaan yang diajukan kepada mandor PT Delta Bangun Kharisma, masih seputar Tempat Kejadi­an Perkara (TKP). “Kami akan telusuri terus kasus ini, setelah mandor kita panggil, penjaga keamanan eks Pangrango Pla­za juga akan dimintai keterangan,” akunya.

Baca Juga :  Jenazah Kombes Pol Hendri Fiusier Akan Dimakamkan di Bogor

Edy juga menegaskan, kasus ini memang agak rumit, selain pelaku tidak ada yang mengenali, TKP juga ada dilu­ar eks Pangrango Plaza. Sebe­narnya muara dari kasus ini, hanya permintaan gaji yang belum dibayar oleh PT Delta Bangun Kharisma, dan seka­rang sudah terbayarkan. “Kita juga ingin meminta keteran­gan dari bos PT Delta Bangun Kharisma nantinya, jika diper­lukan,” kata dia. (*)