BOGOR TODAY – Razia yang sering kali dilakukan oleh pihak kepolisian, tak membuat efek jera kepada para pelaku tawuran. Seperti yang terjadi di Lawanggintung Bogor Selatan,Kota Bogor. Sekelompok remaja dengan mengendarai sepeda motor terlibat aksi kejar-kejaran, dan kedua kelompok membawa senjata tajam Minggu (01/11/2015) kemarin.

Berdasarkan keterangan saksi mata Deni men­gatakan, Kejadian berawal dari sejumlah anak-anak tanggung bersepeda motor yang membawa senjata tajam mengejar beberapa pemuda yang melarikan diri dan masuk ke dalam Asrama Denpom III/I Rt.01/05 di Jalan Lawanggintung. “Awalnya ada 3 motor masuk ke Asrama Denpom, tidak lama ada yang ngejar lebih dari 10 motor arah perboden bawa senjata tajam samurai, clurit, golok, banyak lah,” kata Deni yang melihat ke­jadian langsung di tempat.

Karena kebisingan knalpot motor lanjut Deni, war­ga pun pada keluar dan membuat puluhan pengenda­ra motor yang mengejar berkaburan. 3 motor yang masuk ke Denpom di kejar sama warga dan berhasil ditangkap oleh pemuda di Denpom. “Puluhan pen­gendara motor yang berhasil kabur awalnya sempat mengacungkan golok dan menantang warga sambil berteriak, kami anak bastar (sebutan sekolah YKTB) ke­pada warga yang kebetulan berada di jalan. Dari situlah kemudian warga mengejar,” ujarnya.

Baca Juga :  Pembelian BBM Melalui Aplikasi MyPertamina Belum Diterapkan di Bogor

Sementara itu, Entis Sutisna selaku Ketua RW 01/05 yang turun saat kejadian mengatakan dalam ke­jadian tersebut, warga berhasil mengamankan empat pemuda yang kedapatan membawa dua senjata tajam berupa golok dan clurit. Untuk menghindari amuk massa masalah ini kita serahkan kepada Polsek Bogor Selatan.

Berdasarkan pengkuan pelaku, keempat pemuda ini diketahui dua orang masih berstatus pelajar, satu orang putus sekolah dan seorang lagi pengangguran.

Menurutnya, mereka tinggal di Lolongok, Yasmin dan dua orang lagi dari Panaragan. Warga amankan juga barang bukti berupa satu golok dan satu clurit serta tiga motor. “Empat pemuda ini sempat menjadi bulan-bulanan warga. Agar tidak terjadi amuk massa, kita serahkan masalah ini kepada Polsek Bogor Selatan. Antisipasi kejadian ini tidak lepas dari kesigapan para pemuda di Lawanggintung,” bebernya.

Baca Juga :  Atasi Permasalahan Sosial, Satpol PP Kota Bogor ‘Garuk’ Pengamen dan Pengemis

Kepala Unit Reserse Kriminal (Kanit-Reskrim) Pol­sek Bogor Selatan AKP Puji Astono mengatakan, dalam peristiwa terasbut tidak ada korban jiwa dan pihaknya melakukan tindakan preventif.

Menurutnya, sebagai tindakan pihaknya lakukan tindakan preventif, dengan memanggil orang tua para pelaku, memberitahukan perbuatan anaknya dan minta supaya para orang tuanya menyaksikan untuk membuat surat petnyataan. “Laporan dari anggota, tidak ada korban dalam peristiwa tersebut, maka kami meminta mereka membuat surat pernyataan dengan disaksikan orangtuanya, supaya tidak melakukan hal yang sama,” pungkasnya.

(Guntur Eko Wicaksono)