11043043_10153029644795340_5729824851346249948_nTrombositopenia adalah istilah medis yang digunakan untuk penurunan jumlah platelet dalam darah di bawah batas minimal. Takaran normal platelet adalah 150.000 hingga 450.000 per mikroliter. Platelet yang sering juga disebut trombosit memiliki fungsi penting dalam tubuh manusia, yaitu untuk membantu proses pembekuan darah. Ini supaya pendarahan berlebihan tidak terjadi.

Oleh : Latifa Fitria
[email protected]

Trombositopenia bisa dialami oleh anak-anak maupun orang dewasa dan akan menyebabkan pend­eritanya lebih rentan mengalami pendarahan. Meski jarang terjadi, trombositopenia yang tidak ditangani dapat memicu pendarahan dalam yang bahkan bisa berakibat fatal. Terutama jika jumlah platelet penderita berada di bawah angka 10.000 per mikroliter.

“Trombositopenia ringan terkadang ti­dak menyebabkan indikasi apa pun. Meski jika ada, gejala utamanya adalah munculnya pendarahan. Pendarahan ini dapat terjadi di luar maupun di dalam tubuh dan terkadang sulit dihentikan, contohnya mimisan atau gusi berdarah,” ujar Dr dr Lugyanti Sukris­man, SpPD, K-HOM, saat menghadiri semi­nar bareng Kelompok Diskusi Laboraturium Berkesinambungan (KDLB) di Hotel Golden Flower Savero, beberapa waktu lalu.

Baca Juga :  Ternyata Ini Dia 4 Manfaat Dlingo yang Baik untuk Kesehatan

Jika platelet (trombosit) darah turun di bawah jumlah normal, kondisi ini disebut trombositopenia. Dalam kondisi normal, bi­asanya terdapat 150.000 hingga 450.000 trombosit per mikroliter dalam darah yang beredar. Karena setiap platelet hanya hidup sekitar 10 hari, tubuh akan terus memperba­harui pasokan trombosit dengan memproduk­si trombosit baru dalam sumsum tulang.

Pendarahan internal berbahaya dapat te­jadi ketika jumlah platelet aturun di bawah 10.000 trombosit per mikroliter. Meskipun jarang terjadi, trombositopenia akut dapat menyebabkan perdarahan ke otak atau usus, yang bisa berakibat fatal.

Baca Juga :  Beberapa Cara Mengatasi Sakit Tenggorokan yang Perlu Disimak

Meski begitu, Banyak kasus trombosito­penia ringan yang tidak memerlukan pen­gobatan. Kondisi ini dapat hilang dengan sendirinya. Misalnya, trombositopenia ringan pada wanita hamil biasanya akan membaik setelah melahirkan.

Biasanya, gaya hidup dan pengobatan rumahan jika memiliki trombositopenia, co­balah untuk hindari kegiatan yang dapat men­imbulkan cedera. Lalu tanyakan pada dokter mengenai kegiatan yang aman untuk dilaku­kan. Olahraga seperti tinju dan sepakbola me­miliki risiko cedera yang tinggi.

“Kurangi alkohol, atau berhenti minum alkohol. Alkohol memperlambat produksi trombosit dalam tubuh. Berhati-hati dalam penggunaan obat-obatan biasa (yang terse­dia di toko). Obat penghilang rasa sakit bi­asa dapat mempengaruhi fungsi trombosit,” pungkasnya.