ilustrasi-emas-antam-140528-andriJAKARTA, TODAY — Harga emas batangan atau Logam Mulia milik PT Aneka Tambang Tbk (An­tam) melonjak Rp 12.000/gram, Jumat(12/2016). Sementara harga buyback juga naik.

Seperti dikutip dari situs perdagangan Lo­gam Mulia Antam, Jumat (12/2/2016), harga emas batangan pecahan 1 gram, hari ini dibuka naik Rp 12.000/gram menjadi Rp 573.000/gram, dibandingkan posisi Kamis di Rp 561.000/gram. Sementara, harga pembelian kembali alias buyback oleh emiten berkode ANTM itu naik Rp 5.000 menjadi Rp 510.000 dibandingkan posisi kemarin Rp 505.000/gram.

“Untuk transaksi pembelian Emas Batangan datang Langsung ke PT Antam Tbk UBPP Logam Mulia setiap harinya kami batasi hingga maksimal 150 nomor antrean saja,” demikian situs resmi Antam.

Melambung

Salah satu Manajer Pasar Uang ter­kenal di Amerika Serikat (AS) memperki­rakan harga emas dunia akan segera melambung. Investor mencari investasi aman di tengah anjloknya bursa saham dunia dan harga minyak.

BACA JUGA :  Pemkot Bogor Kembali Raih WTP 8 Kali Berturut-turut

Jeff Gundlach, CEO DoubleLine Capi­tal menyebutkan, harga emas diperki­rakan akan bergerak di level USD 1.400 per ounce. Dengan harga tersebut, in­vestor mendapatkan keuntungan sekitar 30% dari harga emas saat ini sebesar USD 1.090 per ounce.

Harga emas sudah jatuh dalam be­berapa waktu terakhir, dan sudah reli sejak awal tahun karena investor mencari tempat berlindung untuk mengamankan asetnya di tengah kondisi pasar saham yang volatile. Akhir-akhir ini, harga emas memang perlahan naik, prediksi Gund­lach tepat.

Gundlach merupakan salah satu analis yang mampu memprediksi den­gan tepat. Sebelumnya, dia juga sempat memperkirakan harga minyak akan anjlok di tahun 2014, kemudian ia juga mem­prediksi obligasi mengalami turbulensi di 2015. Prediksinya itu tepat. Makanya, dia dijuluki ‘New Bond King’. “Terlalu banyak masalah di dunia ini. 2016 tidak melihat semuanya berjalan baik,” kata Gundlach, kemarin.

BACA JUGA :  Pacitan Jawa Timur Diguncang Gempa Terkini M4,0 Pagi Ini

Prospek Ekonomi Dunia:

Pertumbuhan ekonomi global ma­sih akan melambat China menjadi salah satu penyebab perlambatan ekonomi dunia, karena dimungkinkan akan kem­bali melakukan devaluasi terhadap mata uangnya

Pasar saham AS akan terperosok, di mana akan banyak saham-saham bergu­guran, anjlok hingga 20%

Pasar uang Jepang tertekan

Pasar negara berkembang juga masih akan tertekan karena harga komoditas merosot, ini sangat dipengaruhi perlam­batan ekonomi China

Kondisi ini akan membuat harga emas terus-menerus naik. Emas mendapatkan keuntungan dari naik pembelian safe-ha­ven, menjadikannya yang terbaik komodi­tas tampil di 2016.

(Yuska Apitya/dtkf)

============================================================
============================================================
============================================================