Sriwijaya FC Haus Gelar

“Kita sudah tiga kali dianiaya,” ujar Sekretaris Tim Sriwijaya FC, Achmad Haris “Pertama, waktu lawan Madura United, Firman Utina dibiarkan cedera. Pemain yang mencederai dibiarkan be­gitu saja,” sambungnya.

Haris melanjutkan, insiden kedua terjadi pada saat semifinal lalu. Waktu itu, pemain asing mereka – Yu Hyun-Koo-disikut pemain lawan. “Saya sempat pro­tes pada wasit cadangan, tapi tidak ada reaksi,” tuturnya.

Sebelumnya, Sriwijaya FC mengaku kecewa dengan kepemimpinan wasit Kasman pada laga perebutan juara ke­tiga Piala Gubernur Kaltim. Mereka men­ganggap, wasit asal Makassar ini kerap mengeluarkan keputusan-keputusan yang merugikan tim berjuluk Laskar Wong Kito tersebut.

BACA JUGA :  Indonesia Kehilangan Dua Wakil di Hari Kedua Indonesia Open 2026, Jepang Terlalu Tangguh

Pada laga ini, walau unggul lebih dulu melalui gol Yohanis Nabar, Sriwi­jaya akhirnya kalah 1-3 dari Arema Cro­nus. Dalam pertandingan yang dihelat di Stadion Palaran Samarinda, Minggu (13/03), mereka harus mengakhiri laga dengan sepuluh orang usai diusirnya Thierry Gathuessi pada medio babak kedua. Menyusul diusirnya Gathuessi, gawang mereka akhirnya tiga kali bobol melalui Cristian Gonzales, Esteban Viz­carra dan Dendi Santoso.

BACA JUGA :  Argentina di Piala Dunia 2026: Kandidat Kuat Pertahankan Gelar Juara

Sementara itu, Haris menyebut bah­wa keputusan-keputusan wasit selama ini membuatnya skeptis terhadap proses perbaikan tata kelola sepakbola yang di­canangkan pemerintah. “Ini jadi catatan. Ini yang mau tata kelola sepakbola Indo­nesia yang bagus tadi. Kita pertanyakan kualitas SDM,” tandasnya.

(Imam/net)

Halaman:
« 1 2 » Semua

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================