Dilarang Sweeping Selama Ramadan

Kepala-BNPB-Willem-Rampangilei-didampingi-Kapolri-Jenderal-Badrodin-Haiti-menyampaikan-keterangan-pers-hasil-rapat-terbatas,-di-kantor-Kepresidenan,-JakartaBOGOR, TODAY—Kepala Kepolisian Re­publik Indonesia (Kapolri), Jenderal Badrodin Haiti, melarang seluruh organ­isasi masyarakat (Ormas) untuk tidak menggelar aksi sweeping menjelang atau saat Ramadan. Badrodin men­gatakan akan menindak tegas organisasi masyarakat yang melakukan sweeping. “Tidak ada sweeping oleh organisasi masyarakat. Kalau ada sweeping, akan kami tindak,” kata Badrodin, di kan­tornya, Rabu(18/5/2016).

Badrodin secara tegas men­gatakan ormas-ormas tidak pun­ya kewenangan sama sekali untuk melakukan pemeriksaan (sweep­ing) seperti itu. “Kalau dilaku­kan, saya akan tindak,” ujarnya.

Terpisah, Wagub DKI Djarot Saiful Hidayat yang turut meng­hadiri apel bertema ‘Dengan Soliditas dan Sinergitas TNI, Polri dan Pemprov DKI Siap Mengamankan Wilayah Ja­karta’ mengimbau pengusaha tempat hiburan malam di Jakar­ta menjelang hingga akhir bulan Ramadan untuk mengurangi jam operasionalnya. “Kami pun akan berikan sosialisasi terkait adanya pembatasan jam operasional. Ter­masuk masalah kerawanan krimi­nalitas, sahur on the road harus dibahas dan diantisipasi bersa­ma,” ucap Djarot. Menurutnya, masyarakat (Ormas) juga dilarang melakukan sweeping ter­hadap hiburan malam yang melanggar aturan. Dikatakan Djarot, sweeping tersebut hanya dilakukan oleh instansi terkait pemerintah, yakni Pemprov DKI dan aparat kepolisian.

BACA JUGA :  Hari Lahir Pancasila, Ketua DPRD Bogor Ajak Warga Jaga Persatuan

“Salah satunya ini. Tadi disampai­kan bahwa apel ini juga termasuk me­nyambut Bulan Suci Ramadhan. Bulan Suci itu merupakan suatu yang sangat idientik dengan stabilisasi harga pan­gan, kriminalitas. Selain itu, mau ada sahur on the road kek (SOTR) itu keg­iatan yang termasuk harus kita waspa­dai bersama,” katanya.

Ia melanjutkan, “Lalu, sweeping-sweeping pada tempat hiburan malam selain Pemprov DKI dan polisi juga ti­dak boleh. Hal seperti ini yang perlu kita tekankan bersama-sama. Kemudian jelang dan hingga akhir Bulan Suci Ra­madhan, kami juga sama-sama mengan­tisipasi arus mudik lebaran,” lanjutnya.

Sementara itu, Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Moechgiyarto mengatakan, jelang Bulan Suci Ramadan seluruh pengusaha hiburan akan dikumpulkan bersama. Para pengusaha itu, Moech­giyarto, akan diberikan pengarahan mengenai jam operasional selama ra­madan. “Ormas-ormas juga akan kita kumpulkan. Sehingga diharapkan tidak ada aksi sweeping saat Ramadan nan­ti. Kita akan panggil semua pengusaha hiburan malam, agar menaati jam op­erasionalnya. Ini untuk menghargai warga yang menjalankan ibadah puasa dan tarawih,” ujar Moechgiyarto di lo­kasi yang sama.

BACA JUGA :  HGB Kedaluwarsa Sejak 2017, Petani Geruduk BPN Kabupaten Bogor

Sementara itu, Walikota Bogor, Bima Arya Sugiarto, menegaskan hal yang sama. Politikus PAN itu meminta agar Ormas di Bogor tidak melakukan sweeping menjelang dan selama Rama­dan. “Kami akan koordinasikan dengan kepolisian dan muspida yang lainnya dahulu. Yang jelas kita ikut instruksi pusat,” kata dia, kemarin.

Terpisah, Wakil Walikota Bogor, Us­mar Hariman, menilai, aksi sweeping sedianya tidak dilakukan karena berpo­tensi membuat gaduh. “Kami menung­gu edaran imbauan itu turun. Kami juga meminta ormas untuk tidak melakukan aksi sporadis dan ilegal selama rama­dan berlangsung,” tandasnya.

Bupati Bogor, Nurhayanti men­gungkapkan, edaran untuk melarang ormas tidak melakukan sweeping, ten­gah disiapkan. “Belum ada, tapi ada wacana dan kini mau dibahas dulu,” singkat Nurhayanti.

(Abdul Basalamah|Yuska Apitya)

Bagi Halaman

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================