Dewan Amini Kepindahan Warga Bojongkulur

Menurutnya, hal tersebut jus­tru harus didengarkan sebagai bahan koreksi bagi Pemerintah Kabupaten Bogor. “Itu bagian dari protes yg mungkin selalu mereka rasakan. Jadi wajar kalau ada aksi atau demo untuk mengungkapak­an aspirasinya,” kata Wasto.

Wasto menilai, jika masalah yang sering dirasakan warga lalu meminta solusinya ingin ber­gabung dengan Bekasi, maka tidak sederhana juga. Jika ingin men­gubah administrasi wilayah terse­but sebagai bagian dari Kota Beka­si, belum tentu menjadi solusi.

BACA JUGA :  Soal Penanganan Banjir Lintasan di Kota Bogor, Dedie Rachim: Ada Pembagian Kewenangan Pusat dan Provinsi

“Apakah permintaan atau kes­impulan itu sudah sedemikian dipikirkan atau karena hanya sekedar memang ingin diperha­tikan karena tidak puas dengan kepemerintahan Kabupaten Bo­gor,” tutur Wasto.

Wasto lebih memilih Pemkab Bogor memperhatikan sungguh apa saja keluhan warga yang menjadi masalah. Selanjutnya, pemkab bersama warga bisa mempertimbangkan solusi yang terbaik.

Wajar, kata Wasto, jika Pemer­intah Kota Bekasi mempersilah­kan mereka bergabung. “Mereka kan warga Indonesia, Bekasi juga wilayah indonesia. Siapapun yang mau hidup di indonesia mencari tempat nyaman, harus diterima dengan lapang dada,” jelas Wasto.

BACA JUGA :  KaBogorFest 2026 Resmi Dibuka, Bupati Bogor Ajak Masyarakat Meriahkan HJB ke-544

Keluhan banjir dan telatnya Pemkab Bogor merespon bantuan menjadi salah satu alasan warga perumahan Villa Nusa Indah ingin bergabung dengan Bekasi. Letak perumahan tersebut juga berdeka­tan dengan Perumahan Pondok Gede Permai yang kerap terjadi banjir, namun warga Villa Nusa Indah beranggapan Pemkot Bekasi lebih cepat tanggap saat ada ben­cana. (Rishad Noviansyah)

Halaman:
« 1 2 » Semua

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================