
Kejujuran, adalah sesuatu yang harus diajarkan di dalam keluarga, ia tidak datang tiba-tiba. Berlaku jujur sering malah menyakitkan dan bisa saja dijauhi oleh rekan atau teman-teman. Contoh kecil di sekolah adalah perilaku nyontek, ketika anak tiÂdak mau terlibat sering dikatakan sok alim. Keluargalah yang haÂrus terus mengawal agar mental anak tidak malah jatuh. Lawan dari kejujuran adalah perbuatan bohong, agama mengajarkan keÂbohongan biasanya akan ditutupi oleh kebohongan lain.
Tanggung jawab, kalau perÂnah menonton Spiderman ada percakapan antara Peter (tokoh utama Spiderman tanpa topeng) dengan pamannya, great power needs great responsibility, bisa diartikan secara harfiah, semaÂkin besar kekuasaan membutuhÂkan tanggung jawab yang besar. Karakter tanggung jawab juga tidak datang begitu saja, ia harus ditumbuhkan bertahap. Di keÂluarga Jawa, biasanya tiap anak diberi tanggung jawab dari kecil, ada yang bertugas menimba air, ada yang bertugas mencuci dan semuanya menumbuhkan sifat tanggung jawab.
Berpikir positif, inti dari berpikir positif adalah menumÂbuhkan sikap untuk tidak terlalu sibuk dengan menilai perilaku orang lain. Ketika kita berbuat baik, dalam kenyataan belum tentu dinilai baik oleh orang lain, tetapi kita harus yakin bahwa yang kita lakukan adalah benar dan itu bisa tumbuh dengan cara berpikir positif.
Mengajarkan Sopan Santun, pada umumnya keluarga di InÂdonesia mengajarkan sikap ini. Lihatlah pada saat Hari raya Iedul Fitri, yang muda mendatangi yang lebih tua, anak-anak menÂcium tangan orang yang lebihtua, diiringi ucapan yang baik dan soÂpan untuk saling memaafkan. KaÂlaupun di tengah masyarakat ada berbagai kejadian yang kadang keluar dari akal sehat, patut menÂjadi pertanyaan, jangan-jangan ada yang salah dengan lingkunÂgan sekitar atau karena pengaruh luar yang lebih kuat.
Rendah hati, adalah sifat yang tidak menyombongkan diri dan menghargai orang lain. Sifat sombong akan melahirkan sifat sombong lagi. Rendah hati bukan berarti mengalah, bisa dikatakan juga dengan kelembutan hati, bukankah besi yang keras lama kelamaan akan berkarat dengan tiupan angin yang lembut secara terus menerus?
Banyak sifat baik lain, seperti, kesabaran, toleran, ulet, hemat, pemberani, solider, adil, dan lain-lain, yang tentunya tidak bisa diurai satu persatu. Semua itu akan mengalir begitu saja ketika di keluarga ada sosok yang menÂjadi operator keteladan.
Peran Guru di Sekolah dalam Penumbuhan Budi Pekerti
Ketika penumbuhan budi pekerti di keluarga sudah kuat mengakar, maka sekolah harus menjadi pupuk penyubur tumÂbuhnya budi pekerti di kalangan anak-anak. Lalu apa saja yang bisa dilakukan pihak sekolah?
Guru harus jadi role model atau memberi keteladan pada penumbuhan budi pekerti, guru harus menjadi sumber inspirasi anak-anak untuk terus berbuat baik. Tidak ideal harus digugu dan ditiru, tetapi konsisten menÂjalankan aturan sekolah adalah bagian dari menumbuhkan sikap baik. Sebab masih ada di kalanÂgan guru, ketika sekolah melarÂang merokok di lingkungan sekoÂlah, justru ada guru yang menjadi pelanggar utama aturan itu
Memberi ruang bagi tumÂbuhnya budi pekerti di kalangan siswa dengan pembiasaan-pemÂbiasaan yang positif, misal kalau ada siswa yang berduka, melalui OSIS keliling ke tiap kelas untuk menggalang dana yang tujuannya adalah untuk meringankan beÂban siswa yang sedang berduka. Kegiatan santunan anak yatim, membantu korban banjir dan lain sebagainya. Dalam sebuah kesÂempatan menjadi pembicara di acara ulang tahun sebuah sekolah terkenal di Bogor, Anis Baswedan, sebelum menjadi Mendikbud meÂnyatakan bahwa dirinya terbiasa berbicara di depan publik, karena pada saat aktif di OSIS jenjang SMP kalau ada yang sedang berÂduka, dirinyalah yang berkeliling kelas untuk menggalang dana untuk meringankan beban siswa yang sedang berduka.
Ruang yang terbuka tadi haÂrus dijalin bersama dengan orang tua, sehingga punya visi dan misi yang sama dalam menumbuhÂkan budi pekerti bagi anak-anak. Orang tua bagaimanapun adalah pihak yang harus paling bertangÂgung jawab dan tahu perkembangan anak-anaknya.
Pada akhirnya, dengan sikap kompak antara orang tua, guru dan tentunya kehadiran pemerinÂtah penumbuhan budi pekerti ini mudah-mudahan bukan seperti menegakkan benang basah atau mencari jarum di tengah tumpukÂkan jerami. (*)
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















