HL-(1)SAAT ini sekolah swasta tidak lagi diposisikan sebagai sekolah pelarian anak-anak yang tidak masuk ke dalam sekolah negeri, bahkan semakin banyak orangtua yang memutuskan menyekolahkan putra putrinya di sekolah swasta ketimbang masuk negeri. Hanya saja, banyak orangtua yang terganjal dengan biaya masuk sekolah swasta, maklum sekolah-sekolah swasta tergolong masih mahal. Tetapi lain halnya dengan Sekolah Menengah Pertama (SMP) Taruna Terpadu Bogor Center School (Borces) yang berada di Jalan Raya Semplak, Kelurahan Parakanjaya, Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor.

Oleh : Latifa Fitria
[email protected]

Berdiri sebagai salah satu sekolah swasta terbesar di Kabupaten Bogor, SMP Taruna Terpadu Borces terbilang sangat murah. Apalagi sekolah di­tunjang dengan fasilitas yang lengkap, mu­lai dari gedung sport center, kolam renang hingga laboraturium yang lengkap.

Baca Juga :  Pengertian dan Tata Cara Wudhu

Guru Struktural Bagian Kehumasan Borces, Sugiarti, Spd mengaku banyak hal yang dapat dilakukan semua sekolah un­tuk memberikan pendidikan yang layak bagi putra putri bangsa, salah satunya dengan tidak membebani mereka biaya yang besar. “Untuk ukuran swasta disini sangat murah dengan fasilitas yang sangat lengkap ini. Uang pendataran juga sudah termasuk dengan biaya seragam, sebab di Borces itu setiap harinya selama satu min­ggu selalu ganti-ganti seragam. Selain itu, uang pangkal juga dapat dicicil oleh mer­eka yang kurang mapan, pokoknya disini yang penting semua sekolah,” papar Sug­iarti.

Baca Juga :  Pengertian dan Tata Cara Wudhu

Untuk kuota, sambung Sugiarti, SMP Taruna Terpadu Borces ini menerima siswa baru untuk kapasitas 15 kelas dimana satu kelas ada 30-40 anak, dan khusus siswa siswi yang yatim akan diberikan dispensasi keringanan 50 persen dalam semua urusan administrasi.

“Tetapi kita tidak mau membatasi, ka­lau kami mematok jumlah artinya kita tidak memberikan kesempatan untuk yang lain agar bisa masuk ke sekolah kami. Apalagi kami juga masih terus melakukan pengem­bangan di sekolah, salah satunya gedung-gedung baru,”