Pelayan-Warteg-Cantik-2-704x400Kontroversi razia rumah makan milik Ny Saeni, di Serang, Banten, berbuntut panjang. Presiden Joko Widodo (Jokowi) sampai merasa prihatin dan turun tangan. Jokowi memerintahkan Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo untuk men­gambil sikap.

TJAHJO mengatakan petugas Satuan Polisi Pamong Praja harus simpatik dalam menjalankan tugas. Petugas Sat­pol PP dilarang melampaui tugas-tugas yang bukan menjadi kewenangannya.

Terkait dengan aksi penyisiran warung yang tetap berjualan di bulan Ramadan, seperti yang

terjadi di Serang, kata Tjahjo, petugas Satpol PP seharusnya ti­dak perlu menyita dagangan pe­milik warung. “Cukup mengingat­kan dan memberikan teguran,” katanya di Kompleks Parlemen, Senayan, Senin 13/6/2016).

Menurut Tjahjo, warung-warung tidak perlu tutup, cukup dengan memasang tirai pengha­lang. “Itu kan untuk kebutuhan sehari-hari,” kata mantan Sekre­taris Jenderal PDI Perjuangan ini.

Baca Juga :  Warga Parung Panjang Gagalkan Aksi Curanmor, Kini Pelaku Terancam 7 Tahun Penjara

Tjahjo menerangkan, per­aturan daerah yang dibuat kepala daerah tingkat I dan II terkadang menimbulkan masalah. Bila ter­jadi, pihak Kemendagri dapat mengirim tim untuk mengun­dang dan mengklarifikasi perda tersebut.

Sebelum perda diberlakukan harus ada persetujuan dari Ke­mendagri, tapi terkadang perda sudah keluar duluan tanpa ada koordinasi. “Karena berlindung di otonomi daerah,” ujarnya.

Tjahjo mengungkapkan, di Daerah Otonomi Khusus seperti Aceh yang menggunakan syariat Islam, perda larangan berjualan tidak masalah. “Tapi bagi daerah yang majemuk saya kira harus di­pertimbangkan,” ucapnya.

Razia yang dilakukan oleh petugas Satuan Polisi Pamong Praja Kota Serang, Banten, terha­dap warung makan Tegal (warteg) milik Ibu Saeni beberapa waktu lalu menjadi polemik di masyara­kat, terutama di media sosial.

Baca Juga :  Semarakan HUT RI, Emak-emak Kampung Sawah Cimahpar 'Unjuk Gigi'

Setelah warungnya dirazia Satpol PP Kota Serang, Ibu Saeni, perempuan berusia 58 tahun pe­milik warung nasi di Pasar Induk Rau Kota Serang, jatuh sakit. Sae­ni sakit karena terpukul dan kaget setelah warungnya di gerebek dan barang dagangannya disita oleh petugas.

Setelah kasusnya ramai diper­bincangkan netizen dan menuai komentar dari sejumlah kalan­gan, termasuk dari Wakil Pres­iden Jusuf Kalla, Saeni menerima banyak donasi dari para neti­zen dan Presiden Joko Widodo.