Diplomat Indonesia Promosi Kursi PBB

Pada pertemuan pleno ta­hun ini, melalui mekanisme pemungutan suara tertutup, Duta Besar Fiji untuk PBB, Pe­ter Thomson, terpilih menjadi Ketua Sidang Majelis Umum PBB ke-71, mengungguli An­dreas Mavroiannis, Sekretaris Tetap Kementerian Luar Neg­eri Siprus, dengan perolehan suara 94–90.

Namun, pertemuan ple­no ini juga sempat diwarnai gesekan, yaitu ketika majelis umum memilih Duta Besar Is­rael untuk PBB, Danny Danon, menjadi Ketua Komite VI.

Duta Besar Palestina un­tuk PBB, Riyad Mansour, pun menyatakan sangat kebera­tan. Ia mengatakan bahwa PBB seharusnya memilih, “kandidat yang sangat ber­tanggung jawab dan berkuali­fikasi, bukan pelanggar besar hukum internasional.”

BACA JUGA :  Pemakaman Kenegaraan Ayatollah Ali Khamenei Diundur hingga Akhir Juni atau Awal Juli

“Ini sangat negatif, destruktif. Ini menunjukkan kurangnya kepekaan terha­dap keprihatinan kami,” ka­tanya seperti dikutip Reuters.

Palestina selama ini masih di bawah pendudukan Israel. PBB, melalui Dewan Hak Asa­si Manusia dan Majelis Umum, sudah mengeluarkan resolusi terhadap Israel.

Momen ini dianggap seba­gai kemenangan langka bagi Israel, meskipun Danon terpil­ih melalui pemungutan suara, bukan konsensus layaknya ketua lima komite lainnya.

BACA JUGA :  NASA Umumkan Kru Artemis III, Langkah Baru Menuju Kembalinya Manusia ke Bulan

Kendati demikian, Danon akan bekerja sama dengan semua negara anggota PBB. Salah satu tugas pertama komitenya, kata Danon, ada­lah menggencarkan Konven­si Komprehensif pada Teror­isme Internasional.

“Sebagai ketua komite, saya akan bekerja sama dengan semua negara ang­gota, termasuk mereka yang tidak memilih saya hari ini, dan mereka harus memutuskan apakah mere­ka akan mempromosikan tujuan utama PBB,” ucap Danon.(Yuska Apitya/net)

Halaman:
« 1 2 » Semua

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================