
“Kecamatan lain pun bisa mengajukan. Tapi tergantung liÂhat dulu PKBM disana, aktif atau tidak. Jangan sampai kita sudah alokasikan, malah PKBMnya tidak aktif. Selain itu, karena ini ada anggaran dari pemerintah pusat, PKBM juga harus memiliki berÂbadan hukum,†kata Emy, Selasa (14/6/2016).
Emy menambahkan, total unÂtuk program kejar paket yang bersumber dari APBN dan APBD Kabupaten Bogor itu mampu mencakup 28.410 warga belaÂjar sepanjang tahun 2016. “Dari APBD, Paket A 1.000 warga belaÂjar, Paket B 12 ribu warga belajar dan Paket C 10 ribu warga belajar. Kalau dari APBN, Paket A 500 warga belajar, Paket B, 2.810 dan Paket C 2.100,†lanjut Emy.
“Kami di Bappeda melihat anÂtusiasme warga untuk mengikuti. Jadi bukan tidak mungkin alokasi dari APBD kita tambah. Karena bukan cuma kuantitas yang dikeÂjar, tapi kualitas juga. Kepala desa pun harus membentuk kelompok mengajar yang bersinergi dengan PKBM yang sudah berbadan huÂkum,†kata dia.
Pembentukan kelompok menÂgajar, kata Emy, untuk merangÂsang aparat desa dalam meninÂgkatkan mutu pendidikan di daerahnya. “Sebenarnya bukan cuma aparat desa, tapi semua unÂsur di desa harus terlibat dalam mengaktifkan PKBM,†tukasnya.
Terpisah Kepala Bappeda KaÂbupaten Bogor, Syarifah Sofiah mengungkapkan, sebenarnya ada 10 kecamatan yang memiliki rls dibawah enam tahun. “Lima lagi nanti kita lihat dulu keaktiÂfan PKBMnya. Karena demi menÂdongkrak wajar dikdas, ini perlu diperhatikan. Tapi tetap, impleÂmentasinya ad di Dinas PendidiÂkan,†singkat Syarifah.
Ia menambahkan, untuk buta aksara Pemkab Bogor menarÂgetkan setiap tahun sebanyak 22 ribu warga belajar. “Jadi hingga 2018 kita bisa mencapai 101 ribu warga belajar untuk buta aksara,†pungkas Syarifah. (Rishad NoÂviansyah)
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















