
“Pada saat kualifikasi pemenang seharusnya para tenaga ahli dihadirkan, setelah announcing ULP menambahÂkan persyaratan lelang. Tidak boleh ada pemenang yang meÂlebihi sisa kemampuan paket. Itu merupakan cacatnya para pemenang lelang,†terangnya.
Ia menambahkan, dirinya memiliki bukti-bukti yang kuat terkait cacat administrasi para pemenang lelang yang dinÂyatakan oleh Pemkot Bogor. “Diduga ada ‘oknum’ yang bermain disini dan ULP meraÂsa ketakutan dengan ‘oknum’ ini,†terangnya.
Senada Wakil Kamar Dagang Industri (Kadin) bidang kontrukÂsi, Agus Lukman mengatakan diduga ada oknum-oknum yang bermain dalam proses lelang ini. “Proses pemilihan langsungÂpun seharusnya dinas mengunÂdang perusahaan-perusahaan, kemudian disitu barulah ULP menyeleksi. Bukan melalui deÂwan,†pungkasnya.
Sekedar informasi, proyek yang dinilai janggal oleh para pengusaha kontraktor di Kota Bogor yakni proyek pedestriÂan Kebun Raya Bogor, proyek RSUD Kota Bogor dan beberÂapa mekanisme cara pemiliÂhan langsung terhadap proyek yang bernilai dibawah Rp 200 juta.
(Abdul Kadir BasalaÂmah)
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















