ctxz6_bw8aazdy0LONDON, TODAY—Pep Guardiola menerima kekalahan pertamanya bersama Manchester City saat bertandang ke kandang Tottenham Hotspur, Minggu (3/10/2016). City takluk dengan skor 0-2 atas Spurs lewat gol bunuh diri Aleksandr Kolarov dan Bamidele Alli.

Melihat jalannya laga, Tottenham tampil impresif hampir di sepanjang pertandingan. Mereka berhasil membuat Manchester City tak berdaya. Hingga menit ke-70, City hanya mampu melepaskan lima tembakan saja.

Spurs membuat Man City bermain tidak nyaman. Kredit khusus patut diberikan pada sang manajer, Mauricio Pochettino, yang menerapkan strategi tepat menghadapi Manchester City kali ini.

Cederanya Kevin De Bruyne sangat memengaruhi permainan Manchester City, baik itu saat bertahan maupun menyerang. Hal ini sudah terlihat di ajang Liga Champions Eropa saat City bertandang ke markas Celtic dan pertandingan berakhir dengan skor, 3-3.

Pep Guardiola menyadari ada celah yang begitu menganga di lini tengah. Karenanya untuk mengantisipasi hal tersebut, Pep pun mengubah formasi dasar Man City saat menghadapi Tottenham. Jika biasanya Pep menggunakan formasi dasar 4-1-4-1, kali ini Man City tampil dengan menggunakan formasi dasar 4-2-3-1.

Memasang double pivot, dengan menduetkan Fernando Reges dan Fernandinho, jelas memiliki tujuan jika Pep ingin lini tengahnya bisa lebih menjaga area depan kotak penalti. Pep tak ingin anak asuhnya kerepotan jika lawan melancarkan serangan lewat tengah.
Hal ini tampaknya disadari oleh Pochettino. Ia memang mengincar area depan kotak penalti Man City untuk bisa dieksploitasi. Indikasi keberhasilan strategi ini terlihat dari gol kedua yang diciptakan Alli.

Pada gol ini, terjadi situasi tiga pemain Spurs melawan lima pemain City. Namun lima pemain City tampak kebingungan dalam menjaga dan menghentikan serangan tersebut. Sampai pada akhirnya, Son Heung-min mengirimkan umpan daerah pada Alli yang menemukan celah dari lima pemain bertahan City tersebut.

Kejelian Tottenham pada laga ini terlihat dengan cara mereka mengirim bola ke depan kotak penalti. Mereka sadar pada area tersebut terdapat dua gelandang jangkar yang siap menghadang, belum lagi David Silva yang akan menjadi lapis pertama pertahanan. Sehingga yang mereka lakukan adalah menyerang lewat sayap.

Ketika berada dalam penguasaan Tottenham, mereka mengawali serangan lewat sayap. Namun setelah bola melewati garis tengah lapangan, bola akan coba diguliran ke depan kotak penalti City. Tottenham menghindari bentrokan langsung dengan double pivot milik City.

Matikan Serangan City

Di pembuka artikel ini disebutkan jika Manchester City cukup kewalahan pada laga ini. Hingga menit ke-70, The Citizens hanya berhasil menciptakan lima peluang saja. Padahal mereka memainkan Silva, Raheem Sterling, dan Sergio Aguero di lini depan.