Inflasi Rendah, Rupiah Perkasa

Tekanan inflasi diperkirakan masih akan stabil rendah hingga akhir tahun meskipun secara musiman permintaan naik pada akhir tahun, namun tekanan kenaikan tidak akan terlalu besar.

Bahana memperkirakan inflasi pada akhir 2016 sebesar 3,3%, mendekati batas bawah perkiraan Bank Indonesia sekitar 3% hingga 5% sepanjang 2016. Pada September inflasi tercatat sebesar 3,07%, terkendalinya inflasi membuka ruang bagi Bank Indonesia untuk melakukan pelonggaran kebijakan moneter ke depannya.

BACA JUGA :  Arab Saudi Buka Musim Umrah 1448 H, Visa Mulai Diterbitkan Sejak 31 Mei 2026

“Saat ini adalah masa-masa pelonggaran kebijakan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia. Kami memperkirakan BI masih punya ruang memangkas suku bunga sampai pada tahun 2017,” ucap dia.

Bank Indonesia bulan lalu memotong BI 7-days repo rate sebesar 25 bps menjadi 5% demi mendorong pertumbuhan ekonomi di tengah-tengah inflasi dan nilai tukar yang stabil.

BACA JUGA :  Perdana, Peringatan HJB ke-544 Digelar di Citalahab Malasari

Bank sentral memperkirakan pertumbuhan ekonomi pada tahun ini berada pada kisaran 4,9% -5,3%.

“Indonesia saat ini membutuhkan kejutan data-data perekonomian yang positif karena sebenarnya secara fundamental ekonomi kita membaik, kita perlu suku bunga rendah untuk mendorong daya beli masyarakat,” ungkap Fakhrul.

 

Halaman:
« 1 2 » Semua

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================