IMG_5849BOGOR TODAY – Puding nikmat nan lezat dengan varian rasa buahnya, banyak disukai masyarakat di Kota Bogor. Kemasan yang menarik serta tekstur puding yang lembut, tentunya sangat pas untuk disajikan pada keluarga.

Berdiri sejak 2015 resep keluarga yang jadul dikembangkan oleh sang adik menjadi modern. Banyak kalangan yang menjadikannya sebagai buah tangan saat berkunjung kesanak saudara. Bentuknya yang unik menjadi daya taraik untuk mencicipinya.

Arip Ridwan pemilik puding Marsanda, mengatakan, melihat banyaknya UKM di Kota Bogor yang belum pernah ada menjajahkan produk puding.” Terpikirlah untuk mebuat usaha dengan resep puding modern sang adik,”katanya, kemarin.

Komposisi yang digunakan yaitu, santan, agar, susu, gula, garam, selasih, dan jelly, tentunya dengan kualitas bahan yang terpercaya serta proses pembuatannya yang higenis. Ada tiga varian rasa yang dimiliki oleh puding Marsanda, semangka, buah naga, broken glass, dan rainbow. ”Apalagi produk kita mampu bertahan selama 5 hari, namun dianjurkan untuk menaruhnya kedalam plizer,”ujarnya.

Iwang – sapaan akrab, mengatakan, produk andalan yang menjadi best saller yakni, puding semangka, yang sudah banyak orang kenal karana bentuknya menyerupai buah semangka pada umumnya. Serta berkat puding semangka orderan meningkat di Kota Bogor dan Jakarta.

Ia juga menambahkan, Harga yang ditentukan cukup terjangkau, mulai dari Rp 30-35 ribu tentunya dapat dijadikan alternatif oleh – oleh yang simpel saat berkujung ketempat saudara, produk ini memang nikmat dicicipi saat moment bersama teman dan keluarga.

“pemesanan bisa dilakukan keberbagai reseller yang telah tersebar luas di Bogor, Jakarta, Bekasi, atau dapat langsung menghubungi call santer 087770597810. Produk akan dikirim setelah melakukan pembayaran awal terlebih dahulu,”terangnya.

Iwang mengaku, dalam perjalanan usahanya tidak selalu mulus dan berhasil dalam memasarkan produknya,”pernah kena tipu saat menerima orderan besar ke bekasi, namun saat tiba dibekasi sipemasan justru lost kontak dan orderan yang begitu banyak sia-sia. Dulu memang belum tertata managementnya,”tandasnya. (Tri Sumantri Maha Putra) [email protected]