FOTO BERITA - 1Pemkab Bogor Terima 113 Fasilitas Sosial dan Umum

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogr menerima 113 bidang fasilitas sosial dan fasilitas umum (fasos fasum) dari empat perusahaan kakap yang berinvestasi di Bumi Tegar Beriman. Namun sayang, empat perusahaan besar itu masih hutang fasos fasum belasan hektar.

Iman R Hakim

[email protected]

Penyerahan pun diberikan langsung Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Bogor kepada Bupati Bogor, Nurhaynti. Empat perusahaan kakap yang sudah menyerahkan fasos fasum yakni, PT Sentul City, PT Fery Sonnevile, PT Bahana Agung Semesta dan PT Ambar Graha dengan total 672 hektare. Terdiri dari fasos fasum 104,5 hektare dan cadangan tanah makam 567,7 hektare.

Bupati Bogor, Nurhayanti berharap setiap perusahaan yang ada di Kabupaten Bogor segera menyerahkan kewajibannya itu secepat mungkin. Pasalnya, dia mencatat dari 806 perusahaan, hanya 20 persen yang telah menyerahkan fasos fasum ke pemda.

Baca Juga :  Diserang Hama Wereng, Hektaran Sawah Terancam Gagal Panen

“Belum semua menyerahkan fasos fasum. Disinilah tugas SKPD teknis untuk menginventarisasi mana perusahaan yang masih aktif untuk ditagih fasos fasumnya,” kata Nurhayanti di Pendopo Bupati, Cibinong.

Penyerahan 113 bidang bukan pekerjaan mudah. Dan baru kali ini ada penyerahan sertifikat sebanyak itu kepada Pemkab Bogor. Meski masih ada beberapa bidang lain yang tengah diverifikasi oleh BPN dari empat perusahaan itu.

“Inipun sudah bagus, karena mereka memang wajib menyerahkan fasos fasum dan cadangan tanah makam. Memang banyak yang menyerahkan beberapa tahun setelah usaha mereka atau izinnya keluar,” tukas Yanti.

Baca Juga :  Seorang Wanita Di Bogor Ditangkap Polisi Lantaran Gelapkan Dana Umroh

Sementata itu, Plt Kepala Kantor BPN Kabupaten Bogor, AW Ganjar menjelaskan, ke depannya aset-aset pemerintah juga akan di sertifikatkan seperti Gedung Tegar Beriman yang masih dalan proses legalisasi di BPN.

“Perintah dari Ibu Bupati seperti itu. Setiap lahan yang dibebaskan menggunakan APBD, akan langsung disertifikatkan untuk menghindari penyerobotan atau adanya gugatan tanah yang belum dibayar,” tukas Ganjar.

Ganjar menambahkan, PT Sentul City masih memiliki ‘hutang’ fasos fasum seluas 7 hektare. Sementara PT Fery Sonnevile masih cukup banyak yakni, 11 hektare. “Memang tidak mudah. Tapi akan terus diupayakan,” tandasnya. (*)