BOGOR TODAY

Ratusan supir angkutan Kota Bogor melakukan longmars di sepanjang jalan Pajajaran menuju jalan juanda Balai Kota Bogor, Jawa Barat, Rabu (27/4). Diterapkannya perubahan jalur transportasi dengan Sistem Satu Arah (SSA) memicu aksi dari supir angkutan Kota Bogor dari 13 trayek, mereka menuntut pembatalan SSA karena menurunkan penghasilan  mereka. ANTARAFOTO/Yulius Satria Wijaya/pd/16
Ratusan supir angkutan Kota Bogor melakukan longmars di sepanjang jalan Pajajaran menuju jalan juanda Balai Kota Bogor, Jawa Barat, Rabu (27/4). Diterapkannya perubahan jalur transportasi dengan Sistem Satu Arah (SSA) memicu aksi dari supir angkutan Kota Bogor dari 13 trayek, mereka menuntut pembatalan SSA karena menurunkan penghasilan mereka. ANTARAFOTO/Yulius Satria Wijaya/pd/16

– Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor terus menggencarkan sosialisasi untuk rerouting angkutan kota (angkot). Hal itu dilakukan untuk mematangkan agar diketahui oleh seluruh para sopir angkot sehingga penerapannya maksimal. Ditahap pertama, sebanyak 759 angkot akan dihilangkan sehingga sosialisasi terus dilakukan oleh Pemkot Bogor.
Terkesan program ini tidak matang, karena dari awal sudah digembar-gemborkan di sejumlah media massa. Ternyata, untuk urusan sosialisasi sendiri baru akan dilakukan sekarang-sekarang ini.
Walikota Bogor, Bima Arya Sugiarto menegaskan, pihaknya terus melakukan sosialisasi rerouting angkot secara maksimal agar diketahui oleh masyarakat. “Yang pasti terus disosialisasikan kepada masyarakat sehingga penerapannya secara maksimal. Rencana memang di bulan Febuari ini akan kita direalisasikan untuk rerouting angkot tersebut, hanya tunggu sosialisasi selesai,” kata dia.
Sementara itu, sosialisasi dari Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bogor terus dilakukan. Bahkan, untuk sosialisasi itupun menjadi tanggungjawab pihak aparatur wilayah. Salah satunya, Camat Tanah Sareal, Asep Kartiwa mengungkapkan, pihaknya juga turut membantu untuk sosialisasi rerouting angkot kepada masyarakat.
Tak hanya itu, sambung Asep, untuk kelurahan Tanah Sareal juga ada penambahan trayek yaitu ke Mekarwangi. “Ada trayek yang masuk ke Mekarwangi, cukup bagus juga untuk realisasinya karena membantu warga Mekar Wangi itu. Mudah-mudahan bisa disosialisasikan kepada seluruh masyarakat agar saat realisasi sudah diketahui oleh mereka,” kata Asep.(Yuska Apitya)

Baca Juga :  Seorang Wanita Di Bogor Ditangkap Polisi Lantaran Gelapkan Dana Umroh