WASHINGTON TODAY- Sejumlah pelaku pasar meramalkan, dalam pidato perdananya di tahun ayam api ini, Gubernur Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed) Janet Yellen tidak akan menaikan suku bunga acuan atau Fed Rate. Seperti diketahui, Janet Yellen dijadwalkan menggelar pengumuman hasil rapat Federal Open Market Committee (FOMC) pada 14 Februari waktu AS atau 15 Februari dini hari waktu Indonesia.
coins-1024x768
Di awal tahun ini, The Fed dipercaya tak gegabah karena masih menunggu realisasi rencana kebijakan Presiden AS yang baru, Donald Trump. The Fed diyakini bakal menaikkan suku bunga dari 0,75 persen ke 1,00 persen paling cepat selama pertemuan FOMC Mei mendatang.

Baca Juga :  Siap-siap AS Bakal Kena Resesi di Tahun 2023 Ini

“Mungkin belum agresif, mungkin sekitar di kuartal II. Presidennya sendiri juga masih baru, akan ada penyesuaian terlebih dahulu. Paling cepat sih sekitar Mei atau Juni,” ujar Direktur PT Bank Mandiri Tbk Hary Gunardi, Selasa (14/2).

Baca Juga :  SEO yang Baik Harus Berdampak Bagi Bisnis

Sementara itu, Direktur Investasi Saran Mandiri Hans Kwee memprediksi The Fed masih tetap berhati-hati dalam mengambil kebijakannya. Pasalnya, para petinggi The Fed masih harus beradaptasi dengan kebijakan Donald Trump yang cenderung proteksionis ke depannya.