JAKARTA TODAY- Harga beras yang turun sejak beberapa minggu terakhir rupanya cukup memukul petani. Kondisi ini bisa terlihat dari turunnya Nilai Tukar Petani (NTP) dari 97,68% di Januari 2017, menjadi 96,11% di Februari, atau mengalami penurunan 0,58%.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Kecuk Suhariyanto, menjelaskan penurunan tersebut akibat anjloknya harga gabah sejak beberapa minggu terakhir karena turunnya kualitas gabah lantaran naiknya curah hujan.

Baca Juga :  Polisi Tangkap 13 Remaja di Lhokseumawe, Bawa Pedang dan Celurit

Kecuk mengungkapkan, NTP merupakan perbandingan antara harga yang diterima petani dengan harga yang dibayarkan petani sebagai pengeluarannya. Sehingga NTP jadi tolok ukur kesejahteraan petani.

“Penurunan NTP karena indeks harga yang diterima petani turun sebesar 0,24%, sedangkan indeks harga yang dibayar petani naik 0,34%. Kita tahu harga gabah turun karena kualitas dan cuaca,” ungkap Kecuk di kantor BPS, Jakarta, Rabu (1/3/2017).

Baca Juga :  Resep Masakan Sup Ayam Merah

Dia merinci, seluruh sektor pertanian mengalami penurunan yakni tanaman pangan turun 1,61%, hortikultura turun 0,04%, perkebunan turun 0,04%, dan peternakan turun 0,28%.