JAKARTA TODAY- Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Royke Lumowa mengingatkan jajarannya agar tidak arogan saat pelaksanaan operasi simpatik 2017. Prinsipnya dalam operasi ini untuk menyadarkan masyarakat tertib berlalu-lintas.

“Operasi simpatik berbeda dengan operasi sebelumnya, mengapa memakai bersimpati dan empati? Mungkin kita bertanya apakah selama ini tidak simpatik? Mungkin saja,” ujar Irjen Royke kepada wartawan di Korlantas Polri, Jalan MT Haryono, Jakarta, Rabu (1/3/2017).

Baca Juga :  Resep Membuat Stik Marshmallow, Cemilan Anak

Royke mengatakan penindakan pelanggaran oleh polisi lalu lintas bisa menimbulkan persepi negatif di masyarakat. Apalagi penindakan oleh anggota dilakukan dengan emosi dan nada tinggi.

“Dalam suasana ketakutan karena melanggar, itu saja dia takut. Apalagi petugas membentak-membentak, arogan, marah-marah dan ditilang. Paling banyak takutnya,” tuturnya.