MENGAPA banyak kiai zaman dulu tak berkenan duduk di depan, ketika menghadiri suatu pertemuan. Mereka memilih duduk bersama rakyat biasa. Perilaku seperti ini sebagian masih bisa kita lihat sekarang. Mereka takut hatinya terjebak dalam gelombang riya.

Imam Al-Ghazali ketika pergi ke Damaskus, Syam (kini Suriah), dia tak mengenalkan jati dirinya. Bahkan Al-Ghazali menyamar sebagai tukang bersih-bersih toilet masjid. Beliau tak berebut menjadi imam shalat. Baru diketahui identitasnya saat hanya Al-Ghazalilah yang bisa menjawab pertanyaan sulit di masjid itu, lalu orang bertanya namanya. Saat sudah banyak yang tahu jati dirinya, Al-Ghazali pergi ke tempat lain yang tak ada yang mengenal dia.