Kampus Wajib Tangkal Radikalisme

Lebih berbahaya

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Said Aqil Siradj mengatakan radikalisme dan terorisme lebih berbahaya ketimbang pornografi. “Menonton YouTube tentang pornografi lebih ringan daripada terorisme. Terorisme itu lebih bahaya daripada gambar perempuan telanjang,” kata Said di Jakarta, kemarin.

Ia tidak membenarkan tindakan mengonsumsi pornografi, tetapi ingin menunjukkan bahwa terorisme di dunia maya sejatinya memiliki aspek kerawanan karena memberi dampak pada kejahatan kemanusiaan.

BACA JUGA :  Kemensos Akui Sekolah Rakyat Masih Kekurangan Guru dan Asrama

Menurut dia, penonton pornografi cenderung akan merasa bersalah, tetapi tidak demikian dengan pelaku terorisme. Karena itu, Ketua Koordinator Perguruan Tinggi Swasta III Illah Sailah menolak radikalisme dan mendukung Pancasila berdaulat di kalangan kampus. Namun, untuk mengurangi virus radikalisme, kehidupan yang berkeadilan mesti ditegakkan.

BACA JUGA :  Dede Chandra Dorong 4 SMA/SMK Negeri Baru di Kabupaten Bogor

Sementara itu, Institut Pertanian Bogor, kemarin, mengklarifikasi video yang beredar luas terkait dengan ikrar mahasiswa IPB yang mendukung khilafah islamiyah. Dalam klarifikasi itu disebutkan bahwa susunan acara di proposal tidak menyebutkan akan ada deklarasi mendukung khilafah.(Yuska Apitya)

Halaman:
« 1 2 » Semua

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================