Kita sering mendengar keluhan tetangga sebelah, saudara dekat, bahkan teman sepekerjaan. Mereka mengeluh karena mengapa dirinya tak sama dengan yang lain, nasib keluarganya tak seberuntung orang lain, pekerjaannya tak sebagus orang lain, pendidikannya tak selancar orang lain, karirnya tak semulus orang lain dan semacamnya.

Suatu hari, ada seorang perempuan muda cantik mengeluh mengapa nasib sial selalu menimpa dirinya, mengapa musibah selalu membuntutinya, mengapa ujian tak pernah menjauh darinya dan mengapa mengapa lainnya yang berupa keluhan atas ketidaknyamanan hidup. Diapun menilai bahwa kehidupan ini sangat tidak adil, Allah tidak adil, dan takdir memang kejam.

Baca Juga :  Menghindari Penggeledahan Petugas, Seorang Narapidana Nekat Telan Ponselnya

Para pengeluh seperti di atas tampaknya perlu merenungkan ini: ‘’Jangan engkau iri pada seseorang karena nikmat yang diberikan Tuhan kepadanya, karena engkau tak tahu apa saja yang telah Allah cabut darinya. Janganlah engkau bersedih karena musibah yang menimpamu, karena engkau tak tahu apa saja yang akan Allah berikan kepadamu karena musibah itu. Berikan kabar bahagia pada mereka yang sabar.”