CIBINONG TODAY – Tarik ulur pembentukan Alat Kelengkapan Dewan (AKD) begitu alot. Dua minggu melakukan konsolidasi intens dengan semua partai, nyatanya belum menemukan titik terang kapan AKD dibentuk.

Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Rudy Susmanto mengatakan, waktu dua minggu untuk konsolidasi partai ditambah rapat bersama dengan semua pimpinan fraksi yang dijalankan secara intens, dilakukan demi menyamakan persepsi. Memiliki satu tujuan dalam kinerja.

“Pada dasarnya semua sepakat untuk bersinergi. Namun bicara anggota DPRD sebagai kepanjangan tangan partai masing-masing, tentunya harus berkoordinasi dengan pimpinan partainya. Dan pimpinan partai tentu punya tujuan juga, untuk memperjuangkan aspirasi partainya,” kata Rudy kepada wartawan, Rabu (2/9/2019).

Baca Juga :  Resep Masakan Gulai Ayam Merah, Cocok untuk Sajian Acara Besar

Rudy mengklaim semua sudah berjalan dengan baik. Bahkan, tujuh fraksi yang ada sudah berbicara dan menyepakati jumlah antar komisi dari Komisi I sampai komisi IV di DPRD Kabupaten Bogor.

Namun, Rudy mengungkapkan setelah konsolidasi dan rapat fraksi intens dilakukan, sampai hari ini baru ada dua fraksi yang telah menyerahkan formasi AKD nya. Yakni Fraksi Partai Persatuan Bangsa (PPB/PPP dan PKB) dan Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Baca Juga :  Petakan Masalah Pelayanan Masyarakat, Komisi IV Rapat Terbuka Dengan Kasi Kemas se-Kota Bogor

“Sampai jam 4 sore ini0 baru ada dua partai itu. Kalau dari Gerindra sendiri, itu sedang kita lakukan. Hari ini dari Gerindra sudah pasti selesai. Karena kita mengakomodir semua partai,” kata Rudy.

Dia menyebut semua pimpinan DPRD Kabupaten Bogor menargetkan paripurna pembentukan AKD segera dilaksanakan. Bahkan target awal, paripurna diharapkan bisa dilakukan pada hari ini, Kamis 3 Oktober 2019.