BOGOR TODAY – Pemerintah pusat dan Pemerintah Kabupaten Bogor lakukan upaya berdaykan UMKM dan penguatan sektor pariwisata dengan berbagai program dan stimulus agar bertahan menghadapi pandemi wabah Covid-19. Hal tersebut diutarakan beberapa narasumber seperti Asisten Deputi Pengembangan Pariwisata Berkelanjutan Kemenko Bidang Kemaritiman dan Investasi Republik Indonesia, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, dan Ketua Ikatan Wanita Pengusaha (IWAPI) Kabupaten Bogor di radio Tegar Beriman (Teman) 95.3 FM, Diskominfo Kabupaten Bogor, Rabu (12/8). Asisten Deputi Pengembangan Pariwisata Berkelanjutan Kemenko Bidang Kemaritiman dan Investasi Republik Indonesia Kosmas Harefa mengungkapkan, saat ini pemerintah pusat terus membangun koordinasi dengan lintas kementrian lembaga. Kita tengah mempersiapkan berbagai program, stimulus termasuk perpajakan dalam rangka memberikan keringanan terhadap beban para pelaku industri parawisata. “Bahkan saat ini kita sedang mempersiapkan pendampingan terhadap daerah-daerah atau destinasi wisata untuk menggiring mereka memulai kembali atau reaktifasi sektor pariwisata di daerahnya”, ungkapnya. Kosmas menambahkan, pada pertengahan bulan Maret,lalu ketika wabah Covid-19 mulai mengganas di Indonesia kita melihat bahwa sektor industri kreatif dan industri kecil mengalami keterpurukan. Maka para stakeholder bidang industri kreatif dan pariwisata melihat ini dan bergegas mencari tau apa yang harus mereka kerjakan. “Kita berpikir ketika kita masuk ke masa pandemi seperti ini kita akan dihadapkan kepada situasi yang sulit untuk berkontak langsung atau melaksanakan aktivitas-aktivitas tatap muka. Munculah pemikiran kita melihat situasi seperti ini kita kumpulkan teman-teman yang berkecimpung di bidang marketplace dengan platform digital”, kata Kosmas. Kemudian menurutnya, kita dorong dengan berbagai upaya bahkan mencoba merangkul seluruh UMKM yang ada untuk bersama-sama menjembatani para pelaku UMKM agar mereka bisa bertemu para konsumennya dengan berbagai media digital, supaya mereka tidak semakin terpuruk. “Akhirnya pada tanggal 14 Mei 2020 lalu, Presiden Joko Widodo meluncurkan gerakan nasional bangga buatan Indonesia. Ini adalah semangat nasionalisme yang kita bangun untuk memajukan produk dalam negeri, karena kalau bukan kita siapa lagi yang beli produk-produk lokal kita”, tandasnya. Lebih lanjut ia menjelaskan, ketika kita mulai gerakan ini sampai sekarang, Alhamdulillah sekitar 1.3 juta UMKM sudah on boarding di platform digital. Selain itu kita juga mencoba membantu akses permodalan kepada UMKM. Kita membangun komunikasi dengan himpunan bank negara dan akhirnya diluncurkan program digital credit UMKM. Ada kurang lebih 4, 2 triliun rupiah disalurkan untuk UMKM melalui bank negara dan bekerjasama dengan platform digital. “Jadi siapapun yang berminat mengambil pinjaman dari bank negara dengan melalui platform digital saja sudah bisa, dilakukan secara online tidak perlu datang ke bank. Makanya komunikasi yang baik kita bangun dari berbagai lini agar muncul kemudahan-kemudahan”, terang Kosmas.
Baca Juga :  Begal Payudara Meresahkan Warga Sleman, Polisi Kesulitan Mengungkap Kasus