Pertama, sewaktu kegiatan pendahuluan pembelajaran, meski kita memakai daring, maka kita tetap memakai protap (prosedur tetap) pembelajaran seperti tatap muka. Seperti mengisi daftar kehadiran, memberi salam, berdoa, apalagi ini ada pandemi covid 19, doa bisa ditambah isinya, sehingga peserta didik menjadi lebih tenang, sabar dan tetap semangat belajar.

Setelah itu, penampilan peserta didik tetap kita cek, dengan memperlihatkan baju atas dan bawahnya di layar HP atau komputer. Peserta didik tetap memakai seragam sekolah seperti biasa.

Jika ada yang kurang rapi dan melanggar aturan baju seragam, maka Guru menyuruh peserta didik tersebut untuk merapikan penampilannya dan menyuruh ganti baju.
Untuk memudahkan mengatur semua ini, Guru mata pelajaran sewaktu proses pembelajaran daring ini dibantu oleh seorang Co-Host. Sehingga Guru mapel bisa nyaman dan tidak keteteran sehingga daring bisa berjalan efektif dan efisien.

BACA JUGA :  Kesehatan Pencernaan Anak Tak Boleh Diabaikan, Ini Tanda Saluran Cerna yang Sehat

Kedua, sewaktu kegiatan inti pembelajaran. Meski daring Guru dan peserta didik tetap menjaga adab. Misal jika ada peserta didik ijin ke toilet atau keperluan lain, maka murid tersebut harus ijin lewat chat.
Juga selama proses pembelajaran daring murid tetap taat aturan, tertib, disiplin, fokus pada materi dan duduk dengan sopan. Peran Co-Host melihat semua peserta didik jika ada yang melanggar sehingga daring berjalan dengan konduksif.

BACA JUGA :  Penyakit Jantung Kini Tak Lagi Identik dengan Usia Tua, Kasus pada Usia Muda Semakin Meningkat

Ketiga, sewaktu penutupan pembelajaran, Guru meminta maaf, takut jika ada kata-kata yang kurang tepat atau salah. Kemudian bersama-sama dengan peserta didik mengucapkan hamdalah. Terakhir peserta didik mengucapkan terima kasih kepada Gurunya atas ilmu yang di dapat pada hari ini.

InsyaAllah jika kita menerapkan seperti ini, mau daring, luring dan tatap muka, adab murid terhadap Guru tetap terjaga. Karena beradab itu lebih penting dari pada berilmu. Jika beradab pasti berilmu, tapi jika berilmu belum tentu beradab. Contohnya sekarang ada orang pintar yang berilmu, tapi tidak punya adab, telah melakukan korupsi. Jayalah Indonesiaku. (*)

Halaman:
« 1 2 » Semua

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================