Di lokasi yang sama, Ketua PHRI Kota Bogor Yuno Abeta Lahay mengatakan, bahwa kebijakan ganjil genap sangat memberi pengaruh terhadap tingkat kunjungan hotel, terlebih di minggu kedua saat akhir pekan minggu lalu.

Namun ketika mendengar informasi kebijakan ganjil genap diperpanjang, para hotel pun membuat kreasi dengan memanfaatkan ganjil genap sebagai konten atau item promosi.

“Sejak kemarin diperpanjang itu muncul kreatifitasnya, justru identitas atau item ganjil genap dijadikan oleh teman-teman menjadi sebuah promosi, contoh promo ganjil genap di tanggal ganjil harga ganjil, ditanggal genap harga genap, dan ada ini lebih gila lagi, bagi mobil yang bisa lolos ganjil genap ditanggal ganjil dapat diskon ekstra bisa lolos bisa ekstra angle promo karena kita promo diskon abis-abisan,” katanya.

Terkait keamanan dan kenyamanan serta kebersihan di dalam hotel, Yuno memastikan bahwa standart hotel sudah sesuai dengan sertifikasi kementerian dalam bentuk CHSE.

BACA JUGA :  Menata Asam Sari Resmi Hadir, Hadirkan Inovasi Saus Asam Jawa untuk Kuliner Indonesia

Disisi lain, Wakil Ketua DPRD Kota Bogor Jenal Mutaqin menuturkan, pihaknya menyoroti beberapa hal. Diantaranya adalah mengenai sosialisasi dan edukasi soal kebijakan ganjil genap, vaksinasi COVID-19 dan data COVID-19.

Jenal menilai, masyarakat lebih takut kepada aturan daripada terhadap COVID-19 itu sendiri. “Dari dulu pemkot melakukan sosialisasi dan edukasi serta sosialisasi tidak berpengaruh dan terus meroket, malah mereka berkerumun, nah kali ini ketegasan polri dengan ganjil genap sanksi atau denda dan bisa sampai kena denda kedepannya ini bukti bahwa warga lebih takut terhadap aturan bukan karena covid faktanya ya ketika ganjil genap ini ya penurunan angka lalu lintas di Bogor cukup lengang,” katanya.

Ia juga berharap, agar kebijakan ganjil genap tersampaikan kepada masyarakat, ganjil genap tidak hanya inovasi diawal-awal, ganjil genap bukan rekayasa atau skenario pimpinan atau Forkompinda, tapi ini upaya yang ternyata berhasil karena memang selama ini belum pernah ada capaian yang positif terhadap penurunan angka COVID-19 di Kota Bogor.

BACA JUGA :  Ketua DPRD Kota Bogor Jadi Khotib Idul Adha 1447 H, Ajak Jamaah Teladani Nabi Ibrahim AS

Terkait data COVID-19, Jenal juga meminta ada paparan yang jelas terkait jumlah penambahan orang yang terkofnirmasi positif. Diantaranya adalah penjelasan berapa jumlah kasus positif dari orang yang melakukan swab dihari yang sama.

“Kan kita enggak tahu, jadi ukuran penurunan angka covid itu publik harus betul-betul paham dan mengerti bukan data yang asal-asalan, tapi yang memang secara statistik dinas kesehatan tim Gugus Tugas Covid dan lain-lain, saya harap masyarakat bisa prihatin terhadap laju covid ini semoga mudah-mudahan opsi yang bisa dijadikan penyeimbang antara kesehatan tetap kita lindungi usaha tetap berjalan,” katanya. (Heri)

Halaman:
« 1 2 » Semua

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================