BOGOR TODAY – Sejumlah warga dan juru parkir (jukir) nyaris berkelahi dengan Ketua Paguyuban Ruko Yasmin Sektor 6 Hendi dihalaman parkir ruko Yasmin, Jalan Abdullah bin Nuh, Kelurahan Curug Mekar, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor, Selasa (25/5/2021) malam.

Perselisihan tersebut diawali saat puluhan warga dan jukir menemui pengurus Paguyuban Ruko Yasmin Sektor 6. Dalam pertemuan tersebut, para jukir dan warga ini meminta langkah-langkah nyata yang dijanjikan oleh paguyuban, dalam hal ini terkait adanya bangunan parkir elektronik (e-Parkir) yang dinilai sangat merugikan jukir. Namun, dalam pertemuannya berjalan alot dan keduanya saling adu mulut (cekcok, red).

Baca Juga : Diserobot Pengusaha E-Parkir, Juru Parkir Ngadu ke Dewan

Selang beberapa menit, Ketua Paguyuban Ruko Yasmin Sektor 6 yakni Hendi tiba di lokasi dan menghampiri anak buahnya. Namun sesampainya di lokasi, Hendi tiba-tiba mengajak kepada salah satu warga untuk berkelahi. Akibatnya, warga dan juga jukir tersulut emosi dan kerusuhan pun tak terhindarkan.

Hendi terus mencoba memancing amarah warga dan jukir dengan terus melontarkan kata-kata yang tidak mengenakan. Bahkan, Hendi yang sudah kembali ke mobilnya sempat mengarahkan tangannya hingga nyaris terkena warga yang ada di lokasi, sehingga kerusuhan pun semakin memanas. Namun, kerusuhan yang sempat memanas itu akhirnya bisa diredam.

Kuasa Hukum Juru Parkir, Daniel Pago Martua mengungkapkan bahwa para jukir dan warga ini sebelumnya mendatangi anggota DPRD Kota Bogor untuk mengadukan permasalahan yang sedang terjadi di kawasan Ruko Yasmin. Dimana mereka ini merasa tidak mendapat keadilan dari Paguyuban yang selama ini mengelola parkir dan juga ruko yang secara diam-diam bekerjasama dengan pihak ketiga untuk membangun secure parking atau parkir elektronik (e-Parkir) di pintu keluar masuk ruko.

Baca Juga : CamatWawan Tak Terima Tudingan Anggota Dewan Jenal

“Kita datang ke lokasi ini, maksud dan tujuannya untuk bertemu dengan paguyuban ruko, kemudian untuk menyampaikan apa yang kita dapat dari anggota dewan, tetapi paguyuban tidak datang, malah kita dipertemukan dengan PT Azzahra Trans Utama selaku pihak pengembang yang membangun secure parkir atau e-parkir,” kata Daniel Pago Martua kepada wartawan di lokasi.

Lanjut Pago, sebetulnya para juru parkir dengan PT Azzahra Trans Utama ini tidak ada hubungan apapun. Tetapi yang diinginkan oleh jukir ialah bertemu dengan paguyuban. “Nah, tadi itu Ketua Paguyuban Hendi datang menemui kita dan langsung menantang untuk berkelahi, sehingga terjadilah keributan. Namun, keributan itu tidak berlangsung lama karena langsung kita redam dan tidak mau terpancing lebih jauh,” ungkapnya.

Masih kata Pago, sejauh ini pihak paguyuban tertutup dan tidak mau memberikan solusi terkait permasalahan ini. Bahkan, dirinya menilai bahwa pihak paguyuban seperti mengadu domba antar juru parkir yang selama ini bekerja di lahan ruko Yasmin Sektor 6 tersebut.

Baca Juga : Sekcam Bogor Selatan : Ada Dugaan Kesalahan Saat Pembangunan Double Track

“Intinya, teman-teman dari jukir ini menginginkan tidak ada parkir elektronik. Mereka ingin kembali seperti semula dan mereka juga bersedia untuk diatur, bahkan selama ini mereka selalu setor dan membayar pajak ke paguyuban. Jadi, kalau berbicara PAD untuk Kota Bogor itu, teman-teman jukir ini di paguyuban, karena selama ini mereka ini setornya ke paguyuban,” tandasnya.

Sementara, pihak paguyuban hingga kini belum menanggapi persoalan yang terjadi di kawasan ruko Yasmin sektor 6. (Heri)