BOGOR TODAY – Komisi II DPRD Kota Bogor menindaklanjuti hasil rapat bersama Direksi Perumda Tirta Pakuan beberapa waktu lalu soal rencana perusahaan BUMD ini untuk membangun waduk di Kelurahan Pasar Kuda, Kecamatan Bogor Barat yang harus melalui mekanisme penghapusan aset terlebih dahulu.

Tindak lanjut tersebut, para wakil rakyat di Komisi II ini dengan cara meninjau lokasi dan mengeceknya secara langsung.

Baca Juga : PejabatPerumda Tirta Pakuan Ikuti Pelatihan Kepemimpinan

 

Ketua Komisi II DPRD Kota Bogor, Rusli Prihatevy mengatakan, maksud dari pengecekan yang dilakukan komisi II adalah untuk memastikan kondisi fisik bangunan yang akan dihapuskan asetnya dalam waktu dekat ini.

BACA JUGA :  Jangan Asal Taruh! Ini Posisi Terbaik Menempatkan Kulkas di Dapur Agar Hemat Energi dan Praktis

“Konteksnya rapat hasil rapat komsisi II turun ke lokasi yang akan dihapuskan aset bangunannya, dan digunakan untuk pembangunan waduk,” kata Rusli, belum lama ini.

Tak hanya itu, Rusli dan seluruh anggota Komisi II juga menyambangi sumber air yang akan digunakan untuk waduk Pasir Kuda di Kabandungan.

Menurut Rusli, berdasarkan hasil turun lapangan, keberadaan reservoir memang dibutuhkan untuk memaksimalkan pelayanan Perumda Tirta Pakuan di wilayah Bogor Barat.

“Jadi, untuk reservoir itu berada di Zona 3 yang kekurangan pasokan udara untuk wilayah Bogor Barat akan terpenuhi dan untuk sumber mata air itu dapat menghasilkan debit air yang dapat memenuhi zona 6 meliputi Kota Batu, Cikaret dan sekitarnya,” ujarnya.

BACA JUGA :  Rambut Cepat Lepek? Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya

Baca Juga : FollowerTembus 10 Ribu, Tirta Pakuan Punya Program Giveaway Berhadiah Jutaan Rupiah

Sementara itu, Direktur Teknik Perumda Tirta Pakuan Ardani Yusuf menjelaskan, penghapusan aset masih menunggu lampu hijau dari Badan Keuangan dan Aset Daerah. Namun, untuk pembangunan reservoir yang akan memiliki kapasitas 1 x 1500 meter kubik ini tinggal menunggu IMB saja, karena IPPT sudah dikantongi oleh permintaan.

“Pembangunan reservoir ini akan memiliki kapasitas 1×1500 meter kubik untuk menangani pelayanan wilayah Bogor Barat. Saat ini masih menunggu bagian aset dan untuk pembangunan masih menunggu IMB, tapi untuk IPPT sudah keluar,” katanya. (*/Heri)

Bagi Halaman

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================