Oleh : Heru B Setyawan (Pemerhati Pendidikan)

HABIB Rizieq Shihab (HRS) memilih mengajukan banding daripada meminta grasi kepada Jokowi setelah divonis 4 tahun penjara. Pengacara HRS, Aziz Yanuar menyebutkan HRS bukan menolak, tapi mengambil opsi banding karena tadi pilihannya hanya terima atau tolak putusan tadi.

Azis beralasan mengajukan banding, karena menilai majelis hakim salah menerapkan hukum. “Banyak fakta sidang diabaikan, jelas sangat tidak memenuhi rasa keadilan dan kental diskriminasi hukum,” lanjutnya. Pendapat para ahli, diantaranya Prof.Refly Harun sewaktu di persidangan juga diabaikan.

Baca Juga : HRSHARUSNYA DIRANGKUL JANGAN “DIPUKUL”

 

Setelah bermusyawarah majelis hakim, salah satunya hakim menawarkan 3 opsi, yaitu Pertama, hak menerima atau menolak putusan saat ini juga, yaitu mengajukan banding. Kedua adalah hak untuk pikir-pikir selama 7 hari untuk menentukan sikap apakah banding atau tidak. Ketiga adalah hak untuk mengajukan pengampunan kepada Presiden.

Agar lebih obyektif dan menguatkan pendapat bahwa hakim tidak adil, maka penulis mencatat pendapat dari tokoh nasional yang non muslim, yaitu:

1. Natalius Pigai, mengatakan ketidakadilan sudah mulai terlihat sejak vonis majelis hakim dalam kasus kerumunan di Petamburan, Jakarta dan Megamendung, Bogor. Saat itu, HRS divonis 8 bulan penjara dalam kasus kerumunan Petamburan. Sedangkan dalam kasus Megamendung, HRS divonis denda sebesar Rp 20 juta.

Baca Juga :  Ingin Tahu Rasanya Mantap – mantap di Dalam Mobil, Ini 5 Caranya

Baca Juga : JANGANSEPELEKAN AMALAN “ECE-ECE”

 

Vonis tersebut berbeda meski kasusnya dengan persoalan yang sama, yakni prokes. Melihat rentetan kasus dan vonis yang diberikan kepada HRS tersebut, sehingga beliau berkesimpulan ada upaya intervensi dalam proses hukum ini.

2. Rocky Gerung mengatakan hakim yang dinilainya hanya sekadar moderator pesanan dari skenario sebenarnya. Ia heran dengan psikis dan mental hakim yang seolah kelihatan terganggu saat persidangan. “Salah satunya menyuruh HRS untuk ajukan grasi ke Presiden Jokowi. Kenapa belum inkrah nyuruh grasi,” katanya.

Selanjutnya adalah momen pucat pasi hakim ketika HRS meneriakkan sampai bertemu di pengadilan akhirat. Rocky menduga bahwa sang hakim sadar jikalau orang yang divonisnya tak main-main lantaran bergelar ‘Habib’ dan mengerti akibat-akibat perbuatan dunia.

Rocky juga mengungkap kejanggalan lain dari psikis hakim yang memvonis Rizieq ketika ia juga menawarkan grasi kepada dua orang lain selain HRS, yaitu Habib Hanif dan Direktur RS Ummi. Padahal, vonis hukumannya hanya satu tahun penjara, sementara grasi hanya berlaku pada seseorang yang divonis hukuman di atas dua tahun.

Baca Juga :  Humas Polda Metro Ungkap Penyebab Tergulingnya Helikopter Kemenhub

Baca Juga : PENDIDIKANKENA PPN ITU BERTENTANGAN DENGAN KONSTITUSI

3. Lieus Sungkharisma menyebut vonis ini telah melukai rasa keadilan. “Bagaimana mungkin seorang yang hanya didakwa menyebarkan kebohongan melalui YouTube dan menyebabkan keonaran, divonis lebih berat dari kebanyakan vonis terhadap koruptor,” katanya. Menurut Lieus, banyak pihak sesungguhnya berharap Habib Rizieq divonis bebas.

Rasulullah saw bersabda, “Hakim itu ada tiga macam, (hanya) satu yang masuk surga, sementara dua (macam) hakim lainnya masuk neraka. Adapun yang masuk surga adalah seorang hakim yang mengetahui al-haq (kebenaran) dan memutuskan perkara dengan kebenaran itu.

Sementara hakim yang mengetahui kebenaran lalu berbuat zalim (tidak adil) dalam memutuskan perkara, maka dia masuk neraka. Dan seorang lagi, hakim yang memutuskan perkara (menvonis) karena ‘buta’ dan bodoh (hukum), maka ia (juga) masuk neraka.” (HR. Abu Dawud).

Jadi mudah kan para pembaca yang budiman, tidak perlu penulis sebutkan dan jelaskan, termasuk yang mana hakim yang memvonis HRS, seperti yang diterdapat dalam Hadist di atas. Jayalah Indonesiaku. (*)