Kepala desa dan Kabid Humas Polda Sumut memberi keterangan usai masyarakat diresahkan oleh warga positif Covid-19 yang meresahkan lingkungan. Foto: CNN Indonesia/ Farida.

TOBA TODAY – Kepala Bidang (Kabid) Humas Polda Sumut Kombes Pol Hadi Wahyudi ungkap virlanya video berdurasi 38 detik yang memperlihatkan tindakan kekerasan terhadap pasien Covid di Dusun Bulu Silape, Desa Sianipar II, Kecamatan Silaen, Kabupaten Toba, Provinsi Sumatera Utara.

Dilansir cnnindonesia.com, Hadi menyebut, warga sebenarnya hanya ingin mengamankan Salamat Sianipar. Sebab Salamat ingin menyebarkan Covid-19 dengan terus menerus mengejar memeluk warga. Bahkan, Salamat juga meludahi warga.

BACA JUGA :  Kesehatan Pencernaan Anak Tak Boleh Diabaikan, Ini Tanda Saluran Cerna yang Sehat

Baca juga : Pasien Covid di Medan Babak Belur Dihakimi Massa

“Dia keluar rumah sambil meludahi orang yang berpapasan dengan dia dan memeluk orang,” kata Hadi, Minggu (25/7/2021).

Hadi menambahkan Salamat juga berteriak-teriak di jalanan bahwa tidak ada virus corona. Karena itulah warga berupaya mengamankan Salamat agar tidak menulari warga. Setelah diamankan Salamat dibawa langsung ke rumah sakit di Silaen.

BACA JUGA :  Emotional Security dalam Hubungan: Kunci Agar Cinta Tetap Harmonis dan Bertahan Lama

Baca juga : Rio Waida Kejar Peselancar Selandia Baru

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================