Pipih, salah seorang warga Desa Sipak yang waktu lalu ikut beraudensi menyampaikan, bahwa masyarakat masih terus berupaya mencari kejelasannya dan alasan yang masuk akal kenapa anggaran pembelian mobil ambulan dialihkan.
“Kemarin malam, kami sudah rapat lagi dan hasil rapat itu, untuk sementara kami menyerahkan kepada Badan Permusyawaratan Desa (BPD) untuk menyampaikan aspirasi kami, setelah itu baru kami akan tentukan sikap selanjutnya,” ujar pipih.
Menurut dia, saat audiensi Kepala Desa Sipak, Agung tidak memberikan jawaban yang memuaskan warga mengapa anggaran mobil ambulan dialihkan untuk perbaikan jalan, padahal pengadaan ambulan itu sudah disepakati seluruh element masyarakat Desa Sipak.
“Saya menyesalkan kata – kata dan nada tinggi Kades Agung saat audiensi, bahkan menunjuk muka masyarakat yang diantaranya ada orang tua. Dan jawabannya pun tidak sesuai dengan pertanyaan yang kami lontarkan soal, pengalihan anggaran dana mobil ambulan yng tidak transparan berita acaranya kepada BPD dan masyarakat,” tegas dia.
Kekesalan serupa pun diluapkan Julpan warga Sipak yang ikutserta dalam audiensi beberapa waktu lalu. Menurut Julpan, sikap Kades Agung sangat arogan saat audiensi dengan masyarakat.
“Kami sebagai masyarakat yang kemarin hadir sangat menyayangkan sikap Kades Agung yang emosi seakan-akan paling benar,” tutur Julpan.
Julpan berpendapat, jawaban kepala desa tidak sesuai dengan pertanyaan warga, bahkan terkesan mencari pembenaran atas tindakannya mengalihkan dana pembelian ambulan menjadi kegiatan perbaikan jalan.
“Sebetulnya, seminggu sebelum kami audensi langsung dengan Kepala Desa Agung, kami sudah audensi dengan BPD, dan ketika kami mempertanyakan dialihkannya anggaran untuk ambulan ke jalan lingkungan, ketua BPD menjawab tidak tahu,” imbuhnya. (Didin/CR)
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================
















