Hal serupa juga disampaikan Minah (36). Meski harus menggendong putranya yang masih bayi, dirinya rela mengantre hingga berjam-jam.

“Iya nih kita mah sudah nunggu, kirain ada, enggak taunya enggak ada minyaknya, jadi terpaksa beli gula saja kaena harga gula juga kalo di warung biasa lebih mahal sama kaya minyak goreng,” keluh Minah.

Dengan demikian, ia berharap terhadap pemerintah agar minyak goreng yang menjadi kebutuhan sehari-hari dapat diselesaikan, dan tidak menjadi barang mahal, terlebih menjelang puasa dan Hari Raya ldul Fitri 2022.

BACA JUGA :  Sarwendah Ingin Perselisihan dengan Ruben Onsu Segera Tuntas Demi Anak-anak

Sementara itu, Agi, salah satu pegawai minimarket di wilayah Kecamatan Cigudeg mengungkapkan bahwa kelangkaan minyak goreng terjadi pasca ditetapkannya keputusan satu harga terhadap minyak sayur.

“SUdah berapa bulan ini stok kita jarang, memang dari sananya, setiap pengiriman barang saja belum tentu ada minyak gorengnya, sekali pun ada juga sedikit, paling dua karton dan itu pasti langsung habis karena baru turun dari mobil saja konsumen udah pada nunggu,” tukasnya.

BACA JUGA :  Sambut Hari Lingkungan Hidup, Warga Mekarjaya dan PTPN IV Regional I Normalisasi Sungai Cikalong

Seperti diketahui, kelangkaan minyak goreng satu harga yakni, Rp 14000 per liter oleh Kementrian Perdagangan Republik Indonesia (Kemendag RI) pada Januari 2022 lalu itu, ketersediaannya masih menjadi polemik dikalangan masyarakat bawah. (Didin/CR)

Halaman:
« 1 2 » Semua

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================