Kesehatan dan Pendidikan Barang Langka, Masih Ada Warga Bogor Buta Huruf

BOGOR-TODAY.COM, BOGOR – Pengentasan buta aksara di Kabupaten Bogor sepertinya belum merata. Kendati Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor mengklaim bahwa pendidikan di Bumi Tegar Beriman menunjukkan angka kenaikan yang signifikan suadah mencapai 96,98 persen tinggal sisa 3 persen. Nyatanya masih ada warga Kabupaten Bogor yang buta huruf dan angka putus sekolah hanya sampai sekolah dasar.

“Anak saya ada tiga, yang terakhir umur 2 tahun yang kemarin meninggal, yang kata dokter karena gizi buruk. Yang ke 2 umur 8 masih Sekolah Dasar (SD) yang ke 1 umur 16 tahun udah engga sekolah hanya lulus SD,” ungkap Waludin (37) warga Banyuresmi, Kecamatan Cigudeg, Rabu (27/4/2022).

Baca Juga :  KOPRI PMII Kota Bogor Temui Bunda Yantie Rachim Bahas Stunting

Dia senidiri mengaku salah seorang warga yang masih buta aksara. Padahal, April 2022 lalu, Bupati Ade Yasin baru saja meresmikan program peningkatkan angka Rata-Rata Lama Sekolah (RLS) daerah. melalui Dinas Pendidikan yang meluncurkan program Lima Warga Satu guru (Mawarsagu) dan Satgas RLS.

Baca Juga :  Babak Belur Dihajar Massa, Pencuri Handphone di Pekanbaru Sekarat

Dimana program tersebut menyasar kepada masyrakat yang belum menamatkan jenjang pendidikan minimal jenjang SMA/SMK maupun Sederajat guna menjaring warga belajar dari masyarakat di lingkungan RT/RW hingga kecamatan. Tujuannya agar warga yang berstatus belum memiliki ijazah baik itu jenjang SD, SMP, hingga SMA atau SMK, sederajat melalui program kejar paket kesetaraan pusat kegiatan belajar masyarakat (PKBM).