pseudobulbar affect
Mengenal Pseudobulbar Affect, Penyebab Tertawa Sambil Menangis. Foto : Ilustrasi.

BOGOR-TODAY.COM, BOGORPseudobulbar affect adalah gangguan sistem saraf yang menyebabkan seseorang tertawa atau menangis secara tak terkendali.

Pseudobulbar affect atau ketawa sambil nangis berpengaruh pada kehidupan sosial penderitanya dan sering disalahartikan sebagai depresi atau gangguan bipolar karena emosi yang tidak stabil.

Melansir klikdokter.com, Kamis (16/6/2022) Psikolog Ikhsan Bella Persada menyebut, kondisi itu diakibatkan produksi hormon tidak stabil sehingga penderitanya memiliki emosi yang tidak dapat dikontrol. Hormon yang dimaksud adalah serotonin, norepinefrin, dopamin, dan glutamat. Keempatnya merupakan hormon yang memengaruhi suasana hati.

Nah, terganggunya kadar hormon tersebut menyebabkan pengidap Pseudobulbar affect (PBA) tertawa sambil menangis, meskipun sedang tidak sedih ataupun menyaksikan hal yang lucu.

Pseudobulbar affect bisa pula disebabkan oleh rusaknya jalur saraf menuju otak kecil yang berperan mengatur respons emosional tubuh. Akibatnya, penderita pseudobulbar affect kesulitan mengontrol emosi sehingga bisa tertawa sambil menangis.

Berdasarkan jurnal Cureus, sambung Ikhsan salah satu kondisi medis yang bisa mengganggu saraf dan memicu Pseudobulbar affect adalah stroke.

BACA JUGA :  Uban Muncul di Usia Muda? Ini Berbagai Faktor yang Bisa Menjadi Penyebabnya

Stroke adalah kondisi terganggunya pasokan darah ke otak akibat penyumbatan atau pecahnya pembuluh darah di otak. Kondisi ini bisa mengganggu jalur saraf menuju otak kecil.

Menurut Stroke Association, dampak kerusakan jalur saraf tersebut menyebabkan gejala pseudobulbar affect berupa perubahan suasana hati yang sangat cepat. Bahkan, penderita stroke bisa menjadi lebih emosional, dibandingkan sebelum menderita penyakit. rachat de voiture hs www.rachatvotrevoiture.com

Akibatnya, pengidap stroke sering ketawa sambil menangis tanpa sebab.

Menurut Cleveland Clinic, pseudobulbar affect juga bisa disebabkan oleh Alzheimer. Alzheimer adalah penyakit otak yang mengurangi kemampuan mengingat, berbicara, berpikir, belajar, dan berperilaku.

Alzheimer dapat mengganggu aktivitas harian penderitanya. Selain itu, gangguan otak ini juga bisa menimbulkan gejala yang tidak umum, seperti menangis sambil tertawa tanpa sebab.

Selain Pseudobulbar affect, kondisi itu juga dipicu oleh penyakit Parkinson. Parkinson adalah penyakit sistem saraf yang ditandai dengan berkurangnya kemampuan gerak, koordinasi, dan keseimbangan tubuh. Kondisi ini menyebabkan penderitanya sering mengalami tremor dan otot kaku.

BACA JUGA :  Waspadai Kebiasaan Sehari-hari yang Bisa Memicu Anemia

Mengutip Parkinson’s Foundation, penyakit Parkinson ternyata juga bisa menyebabkan penderitanya sering menangis dan tertawa bersamaan.

Sementara data dari National Institution on Aging, hal ini disebabkan oleh matinya sel saraf pada basal ganglia, yaitu area otak yang mengontrol gerakan dan memproduksi zat kimia bernama dopamin.

Dopamine dapat memengaruhi emosi, gerakan, dan menimbulkan sensasi rasa senang. Ketika sel saraf pada basal ganglia mati, produksi dopamine berkurang sehingga menimbulkan masalah pada pergerakan tubuh dan menyebabkan menangis dan tertawa tanpa sebab.

Terakhir, penyebab menangis dan tertawa bersamaan akibat cedera otak traumatis karena adanya hantaman keras pada bagian kepala ataupun tubuh. Kondisi ini bisa menyebabkan gangguan berpikir dan berperilaku.

Gangguan yang dimaksud, misalnya perubahan suasana hati dalam waktu singkat hingga tertawa sambil menangis tanpa sebab. Diduga, cedera otak traumatis merusak jalur saraf yang mengatur respons emosional tubuh. (*)

Bagi Halaman

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================