Enam pelaku pemalsuan sertifikat tanah Percepatan Pendaftaran Tanah (PTSL) di wilayah Kabupaten Bogor diringkus satuan reserse kriminal Polres Bogor. Foto : Dokumen Humas Polres Bogor.

BOGOR-TODAY.COM, BOGOREnam pelaku pemalsuan sertifikat tanah Percepatan Pendaftaran Tanah (PTSL) di wilayah Kabupaten Bogor diringkus satuan reserse kriminal Polres Bogor.

Kapolres Bogor, AKBP Iman Imanudin menyebut kasus itu terungkap berawal dari adanya laporan masyakarat terkait Surat Hak Milik (SHM) Nomor 7988 yang mengaku tanahnya di wilayah Sukahati, Cibinong, Bogor kerap bermasalah.

Enam pelaku pemalsuan sertifikat

“Warga pemohon yang kesulitan, lalu mencoba memakai jasa calo dan harus membayar Rp25 hingga 70 juta,” beber Iman kepada wartawan, Selasa (2/8/2022).

Keenam pelaku berinisial MT alias KM (30), SP alias BK (31), AR (28), AG (23), RGT (25) dan DK (49). Mereka memiliki peran menerbitkan berkas-berkas sertifikat PTSL palsu. Satu di antaranya adalah oknum pegawai Badan Pertanahan Nasional (BPN) berinisial DK yang mampu masuk ke sistem database BPN.

Baca Juga :  Polisi Amankan 25 Pemuda yang Hendak Balap Liar dan Bawa Obat Keras di Bandung

Sedangkan AR dan AG yang berperan mencetak sertifikat lengkap dengan hasil ukur dan tanda tangan semua pejabat baik tingkat desa hingga BPN yang dipalsukan lalu merubah data kepemilikan sesuai dengan permintaan pemohon baru.

“Satu orang ASN sudah ditetapkan sebagai tersangka. Kelompok mafia tanah ini dapat mengakses situs BPN karena peran DK. Modusnya pakai sertifikat yang ada lalu hapus data awal nama pemilik dan masukin data baru pemohon,” ujar Iman.

Baca Juga :  3 Tahanan Polres Pasuruan yang Kabur Hampir Sebulan Masih Belum Tertangkap

Modus para mafia tanah ini, sambung Iman yakni merekayasa atau merubah isi sertifikat program PTSL tahun 2017/2018 dengan menghapus data awal yang ada di sertifikat dengan cairan pemutih, kemudian diganti dengan mencetak ulang isi sertifikat dengan memasukan ke dalam akun Komputerisasi Kegiatan Pertanahan (KKP).

“Saat dilakukan penggeledahan di rumah tersangka AR di Kampung Cikempong Kelurahan Pakansari Kabupaten Bogor ditemukan banyak dokumen sertifikat PTSL tahun 2017/2018,” ujarnya.