Bendera Pusaka
Pada upacara yang bersejarah di halaman Istana Presiden Gedung Agung Yogyakarta tersebut, Siti Dewi Sutan Assin dipercaya sebagai pembawa nampan atau baki yang menerima Bendera Pusaka dari presiden Indonesia. Foto : Istimewa.

BOGOR-TODAY.COM, BOGORSiti Dewi Sutan Assin atau Siti Dewi Suryo Sutan Assin yang bernama lahir Siti Dewi Gando Nilai dan akrab disapa adalah salah satu dari lima orang anggota Paskibraka yang pertama setelah terbentuknya korps Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) yang digagas oleh Mayor (Laut) Husein Mutahar, ajudan Presiden Soekarno, yang mendapat perintah dari presiden pertama Indonesia itu untuk menyusun acara dalam rangka upacara Peringatan Detik-detik Proklamasi Kemerdekaan Indonesia yang pertama pada 17 Agustus 1946.

Siti Dewi lahir pada 5 Oktober 1926 di Manado, Sulawesi Utara. Putri dari pasangan Sutan Assin (ayah) dan Rangkayo Limbak Tjahaja (ibu) ini bersekolah di Yogyakarta setelah ayahnya yang berprofesi dokter berpindah tugas dari Manado.

Baca Juga :  DPRD Kota Bogor Hapus Pengajuan Uang Penyertaan Modal Perumda Pasar Pakuan Jaya

Di samping bersekolah, ia juga aktif sebagai relawan di Palang Merah, kepanduan (Pramuka), dan dapur umum. Pada tahun 1950, setelah ibu kota Indonesia kembali di Jakarta, perempuan yang menguasai bahasa Belanda, Inggris dan Prancis ini melanjutkan pendidikannya di bidang keguruan dan pendidikan di Belanda, sesuai dengan cita-citanya yang ingin memajukan pendidikan di Tanah Air.

Paskibraka 1946

Siti Dewi terpilih menjadi pengibar bendera pusakan dikarenakan situasi politik yang memanas di Jakarta, pada tahun 1946 ibu kota Republik Indonesia berada di Yogyakarta.

Baca Juga :  Nahas, Maling Bacok Pria dan Anaknya di Pematangsiantar

Atas perintah presiden pertama RI, Soekarno, agar disusun berbagai acara dalam rangka upacara Peringatan Detik-detik Proklamasi Kemerdekaan RI yang pertama pada tahun 1946, Husein Mutahar merancang acara pengibaran bendera pusaka oleh tiga orang putra dan dua putri yang berstatus pelajar dan berasal dari berbagai daerah di Indonesia yang sedang bersekolah di Yogyakarta sebagai wakil dari seluruh Indonesia.

Itulah yang menjadi cikal-bakal Korps Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka).