
TPN sembilan kali ini, sambung Aldi diisi oleh 13 pembicara yang terbagi dari dua kelompok kelas, yaitu kelas kemerdekaan dan kelas kompetensi.
Aldi memaparkan, dalam kelas kemerdekaan ada salah satu pembicara tuna rungu, bernama Annisa Anggraini. Dengan keterbatasannya, tidak menghalanginya untuk berbagi praktik.
“Ia berbagi mengenai diferensiasi IPS dengan modifikasi kurikulum. Selain itu, banyak pembicara-pembicara lain yang bersedia berbagi praktik baik yang sangat menarik disimak dan pastinya bermanfaat,”lanjutnya.
Sebagai informasi, dari 13 pembicara itu di antarnya Ida Parida dengan materi ujian sekolah berbasis, Arifin Stiker Pantun Ramadhan, Muhammad, Ariefin Asesmen Formatif dalam game-based learning melalui aplikasi Quizizz, Trisno Widodo mengubah sekolah biasa menjadi luar biasa.
Sulistiowarti kemerdekaan belajar, Ninik Febriani kelas kemerdekaan, Sholahuddin Ayubi tingkatkan interkasi peserta didik dengan pembelajaran VIBaL (Viral Issues Based Learning), Pingke Purnamasari wawancara kantin sekolah untuk mempersiapkan wirausahawan.
Kemudian, pada kelas kompetensi, terdapat empat pembicara, yaitu: Oktavia Wuri, mengembangkan program pengembangan sekolah/madrasah merdeka belajar, Aldi Yudawan, menerapkan pembelajaran berbasis proyek, mengembangkan program pengembangan sekolah/Madrasah Merdeka Belajar, dan Trisno Widodo, mengembangkan budaya sekolah/madrasah merdeka belajar.
Dalam kegiatan tersebut, peserta diberi kebebasan memilih kelas yang mereka ikuti sesuai dengan kebutuhannya. Dan disetiap akhir sesi, peserta menuliskan refleksi hari dari mengikuti sesi tersebut. (Fadilah)
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================














