“Terakhir, kami mengajak kepada mahasiswa, pemuda dan seluruh elemen masyarakat untuk terus menyuarakan tolak kenaikan harga BBM bersubsidi,” ungkapnya.

Menurut Jundil, naiknya harga BBM akan berdampak kepada seluruh lapisan masyarakat, tak terkecuali masyarakat kalangan menengah ke atas. Kenaikan harga BBM dikhawatirkan menyebabkan kenaikan harga barang dan jasa, lambatnya laju pertumbuhan ekonomi, dan terjadinya inflasi. Jundil kemudian meminta Pemerintah Pusat untuk mengintervensi kenaikan harga barang di pasaran.

BACA JUGA :  Indonesia Kehilangan Dua Wakil di Hari Kedua Indonesia Open 2026, Jepang Terlalu Tangguh

“Pemerintah harus taat dan patuh terhadap Pembukaan Undang-undang Dasar (UUD) 1945 alinea ke-4 yang menyebutkan ‘memajukan kesejahteraan umum’ agar terwujudnya sila ke-5 dalam Pancasila yaitu ‘Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia'” ucap Jundil.

BACA JUGA :  Soal Penanganan Banjir Lintasan di Kota Bogor, Dedie Rachim: Ada Pembagian Kewenangan Pusat dan Provinsi

“Maka dapat kami simpulkan bahwa naiknya harga BBM dapat menyebabkan gangguan dalam proses kegiatan perekonomian. Mulai dari pekerja dibidang trasnportasi seperti sopir ojek online, para pelaku UMKM dan lainnya,” sambung dia. –(Net).

Halaman:
« 1 2 » Semua

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================