
Badan mitigasi bencana Chili mengatakan, sekitar 151 kebakaran hutan sudah dapat dikendalikan, sementara data resmi yang dirilis Jumat malam menunjukkan bahwa sekitar 40.000 hektar sampai 99.000 hektar telah terbakar oleh api.
Tiga daerah yang terkena dampak kebakaran hutan diantaranya wilayah penduduk yangkesehariannya bekerja sebagai petani, seperti petani anggur, apel, dan petani buah beri yang kesemua buah-buahan itu untuk ekspor.
Para pejabat pemerintah Spanyol, Amerika Serikat, Argentina, Ekuador, Brasil, dan Venezuela telah menawarkan bantuan, termasuk pesawat dan petugas pemadam kebakaran untuk memerangi kebakaran hutan itu.
Toha, menteri dalam negeri Chili mengatakan, kebakaran hutan itu harus menjadi peringatan tentang efek perubahan iklim.
“Kita menjadi salah satu negara yang paling rentan terhadap kebakaran. Pada dasarnya, karena evolusi perubahan iklim,” katanya.
Pada hari Jumat kemarin, Presiden Gabriel Boric mempersingkat liburan musim panasnya dan melakukan perjalanan ke Nuble dan Biobio Chili, berjanji untuk memastikan daerah yang terkena dampak menerima semua bantuan yang diperlukan.
Boric beranggapan, kebakaran hutan yang terjadi di Chilki ini, tidak hanya bencana alam tetapi sesuatu yang disengaja. Sayangnya, Boric tidak memberikan rincian mengenai statemennya itu. (*)
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















