HUKUM MATI, AGAR TIDAK ADA KORUPSI DI INDONESIA

Wah tumben maling uang rakyat ini minta maaf secara kesatria, biasanya para koruptor ini ngeles dengan sejuta alasan dan tidak mau mengakui kesalahannya serta menyalahkan orang lain.

Misalnya difitnahlah, dijebaklah, motif politiklah atau dikriminalisasi. Atas data-data ini, maka tidak ada salahnya kita meniru model pemerintah Cina untuk memberantas korupsi di sana.

Yaitu dengan memberi ampunan dan pemutihan terhadap koruptor, dengan jalan para koruptor tersebut untuk mengembalikan uang atau harta kekayaannya yang didapat dari korupsi kepada negara.

Dan sebelumnya pemerintah Cina sudah mempunyai data yang akurat siapa-siapa saja pejabat yang terlibat korupsi.

BACA JUGA :  Gegara Telan Kokain, Sejumlah Ikan Hiu di Pantai Florida “Teler”

Setelah pemerintah mengumumkan hal ini, maka berbondong-bondonglah para koruptor ini menyerahkan uang dan harta hasil korupsi ke kas negara.

Dan ada satu pejabat yang sok suci dan jujur, dia ngotot tidak mau mengembalikan harta korupsinya.

Maka pemerintah Cina tanpa ampun mengeksekusi mati pejabat ini, dan ini efeknya sangat besar dan efektif bagi pemberantasan korupsi di Cina sampai sekarang.

Dengan mengorbanan satu nyawa koruptor, maka korupsi di Cina tidak ada sama sekali, luar biasa bukan! itulah efek jera sebuah hukuman mati.

BACA JUGA :  Dua Atlet Indonesia Jadi Pembawa Bendera di Pembukaan Asian Games 2022

Karena memang korupsi itu kejahatan yang sangat luar biasa pengaruhnya kepada rakyat dan sebuah bangsa.

Coba lihat hukuman seorang koruptor di Indonesia paling hanya 2 sampai 5 tahun, itupun nanti di dalam sel tahanan masih dapat fasilitas khusus dan ini sudah menjadi rahasia umum.

Sehingga ada slogan negatif, hukum Indonesia bisa dibeli, wani piro? Ayo semua, mumpung bulan suci ramadhan untuk tobat nasional demi keberkahan NKRI. Jayalah Imdonesiaku. (*)

Halaman:
« 1 2 » Semua