
“Kepada Dinas Arsip, agar mengawal dan mendampingi untuk memastikan integrasi aplikasi Srikandi, ini berjalan baik,” tandas Burhanudin.
Sementara itu, Kepala Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI), Imam Gunarto mengatakan, Kabupaten Bogor sudah memberikan contoh yang baik bagi kota kabupaten lainnya.
“Aplikasi Srikandi sudah diluncurkan dan semoga pemerintahan berbasis digital menjadi tradisi. Dalam konteks agenda pembangunan bidang kearsipan harus mendukung tiga sektor pertama,” katanya.
Yang pertama, sambung dia, penyelenggaraan pemerintahan yang bersih, penyelenggaraan pemerintahan yang modern.
“Dan penyelenggaraan pemerintahan yang tertib dengan reformasi birokrasi. Kemudian kearsipan harus mendukung kemajuan kebudayaan terkait dengan karakter bangsa,” kata Imam.
Menurutnya, itu semua merupakan arahan Presiden Republik Indonesia terkait penyelenggaraan kearsipan secara nasional. Maka arah Kabupaten Bogor, juga harus diselenggarakan dengan baik.
“Presiden mengarahkan kita untuk meninggalkan cara lama dalam mengelola arsip. Cara lama yang tidak efisien dan menyulitkan. Dengan beralih ke cara baru yang menggunakan inovasi teknologi informasi,” ujarnya.
Imam menerangkan, dalam hal pelaksanaan SPBE, ANRI mewujudkannya dengan Aplikasi Srikandi, yang merupakan perpaduan dari praktik kearsipan dengan Teknologi Informasi dan Komunikasi.
“Adanya penyelenggaraan SPBE dalam bidang kearsipan, penyelenggaraan pemerintahan akhirnya dapat tersambung melalui Aplikasi Srikandi di instansi masing-masing dengan penyesuaian,” pungkasnya. ***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















