Kedatangan bersamaan dengan kliennya, lanjut H. Agus, ingin mengklarifikasi dan membuat terang tentang dugaan manipulasi surat dukungan serta ingin melihat dokumen dukungan yang dikatakan ganda.

“Tetapi sampai saat ini kami pun tidak pernah diperlihatkan dokumen itu yang katanya rahasia itu tidak boleh diperlihatkan. Nah bagaimana, sekarang ibu Alya mengetahui adanya pemalsuan tersebut sementara dokumen itu tidak pernah dihadirkan seolah itu ditutup-tutupi sama pihak KLB PSSI,” terangnya.

“Jadi ada salah satu voters yang mendukung dua calon, dimana dalam  dukungan itu harus ditandatangani oleh ketua dan sekretaris. Sementara ibu Alya salah satu kandidat itu merasa dia tidak menandatangani terhadap dukungan itu,” tandasnya.

BACA JUGA :  Prabowo Ganti Pimpinan Badan Gizi Nasional, Nanik Sudaryati Deyang Ditunjuk Jadi Kepala Baru

Sementara itu, Sekretaris PS AGK Tamansari, Alya Amelia memastikan bahwa ia tidak pernah menandatangani surat dukungan kepada yang lain. Hanya menandatangani surat dukungan untuk Bakal Calon Askot PSSI Kota Bogor, Dodi Irwan Suparno.

“Waktu tanggal 1, saya sudah menandatangani surat rekomendasi buat pak Dodi bersama ketua, pas tanggal 2 mereka mau mengadakan pertemuan lagi di salah satu kantor paslon. Dan waktu itu kejadiannya malam saya gak datang kebetulan suami saya yang datang, dia disitu sebagai humas PS AGK, bahkan suami saya  sendiri ditawarin buat malsuin tanda tangan saya, tapi suami saya menolaknya saat itu saya juga waktu itu tidak hadir banyak disitu aksinya,” jelasnya.

BACA JUGA :  Safari Jurnalis PWI Kabupaten Bogor Sambangi Sukajaya, Perkuat Sinergi Pers dan Masyarakat

Hingga berita ini ditulis, pihak KB KLB Askot PSSI Kota Bogor enggan memberi tanggapan terkait kasus tersebut.***

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News

Halaman:
« 1 2 » Semua

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================