Tak Pandang Bulu, Ketum PSSI Tindak Tegas Hukuman Seumur Hidup Bagi Wasit Nakal

Erick Thohir
Ketua Umum PSSI, Erick Thohir. (Dok.PSSI)

BOGOR-TODAY.COM – Ketua Umum PSSI Erick Thohir kembali mengeluarkan peringatan tegas kepada wasit di Liga 1 dan Liga 2.

Menurut Erick Thohir, pihaknya tidak segan-segan menjatuhkan sanksi berat kepada wasit yang melenceng dari tugasnya sebagai wasit permainan unggulan.

Hal tersebut dijelaskan Erick Thohir atas laporan Andre Rosiade sebagai wakil klub Liga 2 Semen Padang terkait penunjukkan wasit Liga 1 dan Liga 2.

Sedangkan untuk laporannya, semua pihak bersabar dan tidak langsung mengadili wasit tanpa bukti. Sebab selama ini PSSI telah berupaya meningkatkan kualitas wasit dengan berbagai cara.

“Proses daripada check and balance harus kita lakukan. Wasit-wasit kita sudah benar-benar jaga, kita training, kita kasih asuransi, pendidikan. Ke depan juga ada VAR, beri kesempatan mereka,” ujar Erick Thohir.

BACA JUGA :  China Perketat Standar Keamanan Mobil Listrik, Regulasi Baru Berlaku Mulai Juli 2026

“Kedua kalau memang ada klub-klub yang merasa dirugikan, kita ada komdis dan hari ini komite wasit sudah mengumumkan beberapa wasit yang dihukum. Jadi kita juga introspeksi diri,” tutur Erick menambahkan.

Erick Thohir menegaskan pihaknya tidak akan pandang bulu terhadap wasit yang ‘nakal’. Terlebih lagi hukuman yang bisa diberikan PSSI kepada wasit nakal tidak main-main.

“Ketiga paling penting bagaimana juga membuktikan kalau ada wasit-wasit nakal. Yang pasti kita akan hukum seumur hidup dan pihak kepolisian sendiri sudah bicara empat wasit yang memang tadi dicurigai ada permainan, tapi kan domain pidananya tentu di kepolisian,” ucap Erick.

BACA JUGA :  Bupati Bogor Rudy Susmanto Dialog Bersama Komunitas Budidaya Ikan di Ciseeng

“Satgas ini di bawah pimpinan Pak Ara [Maruarar Sirait] dan beberapa tokoh publik ini hal positif buat kami sebagai check and balance untuk PSSI membuka tabir yang selama ini tertutup ketika semua berasumsi ‘ada gak permainan itu’. Kita buktikan sama-sama, tapi saya mendukung, karena tidak mungkin ekosistem sepak bola kita bagus kalau permainan di lapangan masih terjadi,” kata Erick melanjutkan.***

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News

Bagi Halaman

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================