Mereka diminta untuk mengisi kuesioner mengenai kualitas tidur (PSQI) dan juga kuesioner tentang kecemasan, depresi, dan kualitas hidup mereka.

Para peserta dibagi menjadi dua kelompok, yaitu yang tidur dengan nyenyak (46 orang) dan yang memiliki kualitas tidur yang buruk (49 orang) berdasarkan skor PSQI. Selain itu, komposisi tubuh dan kekuatan genggaman tangan juga diukur.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa individu yang tidur kurang berkualitas memiliki kesehatan fisik dan mental yang lebih buruk, tingkat vitalitas yang lebih rendah, nyeri otot yang lebih sering, serta gangguan fungsi fisik dan mental.

BACA JUGA :  Blueberry dan Kesehatan Tulang: Benarkah Dapat Membantu Mencegah Osteoporosis?

Mereka juga memiliki lebih banyak lemak tubuh, kurang lemak tanpa lemak, dan lebih sedikit kekuatan otot. Skor kehidupan mereka dalam hal kecemasan, depresi, dan kualitas hidup juga lebih rendah.

Profesor dari Fakultas Kedokteran Universitas Sao Paulo, Hamilton Roschel, menegaskan bahwa temuan dari penelitian ini mengingatkan kita akan pentingnya kualitas tidur terhadap kesehatan keseluruhan lansia, terutama jika mereka mengalami obesitas.

BACA JUGA :  Apple Perkenalkan Siri AI di WWDC 2026, Asisten Pintar dengan Kemampuan Lebih Canggih dan Personal

Kelebihan berat badan saat memasuki usia lanjut memengaruhi beberapa proses fisiologis, seperti respons anabolik dan metabolisme glukosa, serta memperburuk gangguan tidur yang sering terjadi pada masa penuaan. ***

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News

Halaman:
« 1 2 » Semua

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================