Meteor Geminid terkenal karena kecerahannya dan kecepatannya, sering kali berwarna kuning, tetapi dapat pula berwarna putih atau hijau, menjadikannya satu-satunya hujan meteor berwarna-warni tahun ini, seperti yang dilaporkan oleh Live Science.

Geminid juga merupakan satu-satunya hujan meteor besar yang bukan disebabkan oleh komet, melainkan oleh asteroid. Sementara komet terdiri dari partikel debu es, asteroid terbentuk dari batuan.

Bintang jatuh umumnya disebabkan oleh meteoroid yang tersisa di jalur orbit Bumi. Ketika meteoroid ini memasuki atmosfer Bumi dengan kecepatan tinggi dan terbakar, itu disebut meteor.

BACA JUGA :  Resep Bubur Sumsum Pandan Creamy untuk Sarapan, Lembut dan Harum Menggugah Selera

3200 Phaethon, sebuah asteroid yang mengorbit matahari setiap 1,4 tahun, diyakini bertanggung jawab atas Geminid.

Dengan diameter sekitar 5,1 kilometer, asteroid ini mungkin pecah dari sebuah komet, kata NASA, dan sekarang membentuk ekor serupa komet saat mendekati matahari, meninggalkan meteoroid di tata surya bagian dalam. Kecepatan bintang jatuh ini mencapai 34 kilometer per detik.

BACA JUGA :  PWI Kabupaten Bogor Apresiasi Pemkab Bogor atas Raihan WTP Dua Tahun Berturut-turut

Hujan meteor terbaik dinikmati tanpa alat bantu, meskipun bagi mereka yang tertarik untuk mengamati langit, sekarang merupakan waktu yang tepat untuk memilih teropong bintang berkualitas atau bahkan berinvestasi dalam teleskop kecil demi menikmati fenomena langit yang menakjubkan di masa mendatang. ***

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News

Halaman:
« 1 2 » Semua

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================