
dr Fitri menjelaskan anak akan merasa kesakitan saat dikerok sehingga hormon bahagianya terganggu. Padahal, hormon pertumbuhan itu akan keluar jika anak merasa senang atau bahagia.
Dibanding kerokan, dr Fitri lebih menyarankan pijatan. Selain ada efek terapi juga bisa sebagai bentuk interaksi yang hangat antara orang tua dan anak. Jika anak senang, hormon pertumbuhan itu akan keluar melalui hormon endorfin.
“Jadi, lebih dianjurkan untuk memberikan stimulasi melalui pijatan. Kalau soal bawang merah, silahkan bisa diberikan asalkan hati-hati,” kata dr Fitri.
“Karena kalau anaknya menyentuh bawang, kemudian kena matanya, nah ini berisiko. Yang kita sarankan adalah tidak memberikan yang berisiko kepada anak,” tuturnya.(*)
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================














