
“Pada hulu Sungai Ciliwung dan Cisadane, tumbuhan yang terdampak kemarau panjang mengalami pembusukan dan terbawa hujan besar. Alhasil, air yang dihasilkan menjadi bau dan kurang nyaman untuk digunakan,” terang Rudi.
Masih kata dia, Perumda Tirta Pakuan pun mengantisipasinya dengan menambah pembubuhan disinfektan di jumlah yang sedikit lebih tinggi dari biasanya. Lantaran di dalam sungai yang menjadi andalan air baku terdapat banyak tumbuhan busuk.
“Pelanggan Kota Bogor 178.000 sambungan rumah tersebar di tujuh zona pelayanan. Target yang disusun Bapperida Kota Bogor, disepakati bahwa 100 persen dilayani perpipaan. Jadi istilahnya dulu ada perpipaan dan non perpipaan. Kalau perpipaan dengan perumda, untuk non melalui PUPR melalui pansima. Namun, disepakati karena banyak bantuan dari pusat melalui PUPR yang diserahkan ke masyarakat, kadang pengelolaannya tidak jalan. Disepakati, ke depan 100 persen dari perpipaan atau perumda,” pungkasmya.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================














