Oleh : Heru B Setyawan (Pemerhati & Aktivis Pendidikan)
SUNGGUH memprihatinkan profesi guru yang sangat mulia ini bisa terjerat dengan pinjaman online (Pinjol), hal ini kita ketahui setelah ada laporan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
OJK telah mengungkapkan bahwa guru menjadi profesi yang paling banyak menggunakan pinjaman online (pinjol).
Berdasarkan survei yang diungkapkan oleh NoLimit Indonesia pada tahun 2021, sebanyak 42 persen pengguna pinjol di Indonesia di dominasi oleh guru.
Pasti alasan klasik mengapa guru sebagai profesi terhormat sampai terjerat pinjol, yaitu karena gajinya kecil, betul kan.
Guru terjerat pinjol juga bisa karena alasan komsumtif, gaya hidup dan sifat hedonisme, meski ini kecil prosentasinya.
Lo kok ada guru yang hedon? ya ada meski hanya sedikit, yaitu guru yang dapat sertifikasi, tapi dananya untuk beli atau digunakan untuk hal-hal yang konsumtif.
Bukan untuk mengembangkan diri seperti kuliah lagi, ikut kepelatihan, beli buku atau hal-hal yang dapat meningkatkan kompetensinya.
Padahal menurut penulis gaji itu hanya salah satu rejeki dari Tuhan Yang Maha Kuasa, masih ada banyak rejeki yang lain, seperti sehat walafiat.
Rezeki keluarga dalam keadaan yang baik-baik saja, saudara, tetangga dan teman yang baik, lingkungan yang nyaman dan aman, keimanan dan ketaatan dalam beribadah itu semua termasuk rejeki juga bro.
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================
















